Sumsel

Serba Serbi Beras Oplosan, Ciri, Jenis hingga Tips Memilih dengan Produk Premium

St Shofia Munawaroh | 14 Juli 2025, 15:24 WIB
Serba Serbi Beras Oplosan, Ciri, Jenis hingga Tips Memilih dengan Produk Premium

AKURAT. CO SUMSEL - Belakangan ramai pemberitaan tentang beras oplosan beredar di masyarakat. 

Isu ini menyeruak usai Kementerian Pertanian mengungkapkan hasil investigasi mereka soal temuan 212 merk beras yang tidak memenuhi standar mutu beredar di pasaran.

Mulai dari berat kemasan, komposisi hingga label mutu.

Baca Juga: Nelayan Ditembak di Banyuasin, Keluarga Klaim Sudah Lapor, Polda Sumsel Bantah Terima Laporan

Beberapa merek diantaranya tercatat menawarkan kemasan “5 kilogram (kg)” padahal isinya hanya 4,5 kg.

Sementara yang lainnya mengklaim beras premium, padahal sebenarnya berkualitas biasa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket.

Baca Juga: WNI Jadi Korban Pencopetan di Paris Saat Hendak Menolong, Dompet Berisi 420 Euro Dikembalikan Setelah Dikejar

Produk-produk tersebut dikemas seolah-olah premium, padahal kualitas dan kuantitasnya menipu.

Lantas, bagaimana cara membedakan beras premium dengan oplosan ? 

Ciri-ciri Beras Oplosan

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Usai, Ini Cara Orang Tua Memberi Semangat kepada Anak di Rumah

Seorang Pakar Teknologi Industri Pertanian Universitas IPB, Prof Tajuddin Bantacut mengungkap ciri-ciri beras oplosan yang bisa dikenali secara kasat mata, antara lain:

1. Warna beras yang tidak seragam

2. Ukuran butiras yang berbeda-beda dalam satu kemasan

Baca Juga: Nikmatnya Resep Ikan Sambal ala Rumahan, Cocok untuk Menu Makan Siang Keluarga

3. Tekstur nasi lembek setelah dimasak. 

Lebih lanjut, Prof Tajudin mengatakan jika dalam beberapa kasus beras oplosan juga dicampur dengan bahan tambahan benda asing.

Termasuk zat pewarna atau pengawet berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Rancang Strategi Kemenangan 2029, NasDem Sumsel Bergerak Serentak ke Daerah

Jenis-jenis Beras Oplosan

Menurut Prof Tajudin, terdapat tiga jenis beras oplosan yang beredar di masyarakat, antara lain:

1. Beras campuran yang dicampur dengan bahan lain seperti jagung, beras oplosan jenis ini secara umum ditemukan di beberapa daerah.

Baca Juga: Serba Serbi Babak Baru Polemik Ijazah Palsu Jokowi, Status Hukum Naik Tahap Penyidikan

2. Beras “blended” atau campuran beberapa jenis beras untuk memperbaiki rasa dan tekstur

3. Beras yang dicampur dengan bahan tidak lazim atau sudah rusak, kemudian dikilapkan atau dipoles ulang agar tampak bagus kembali, padahal mutunya sudah menurun.

Ciri-ciri Beras Premium

Baca Juga: Digelar Mulai Hari Ini, Catat Jenis Target Pelanggaran Operasi Musi 2025, Balap Liar dan Knalpot Brong Termasuk

Dilansir dari situs Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Lembang, ada beberapa ciri beras asli yang bisa ditandai masyarakat saat membeli beras di pasaran. Diantaranya sebagai berikut:

1. Ukuran beras lebih gemuk dan ada guratan

2. Warna bening namun terdapat putih susu di tengah-tengahnya

Baca Juga: Sebagian Sumsel Diperkirakan Dilanda Hujan Petir Hari Ini

3. Tekstur cenderung kasar saat dipegang

4. Saat dimasak akan mengeluarkan aroma harum

Bukan Kasus Pertama

Baca Juga: Gubernur Sumsel Puji IKAWARA, Benteng Budaya Ranau di Tengah Arus Globalisasi

Sebelumnya kasus serupa juga pernah muncul meski bukan oplosan melainkan beras aspal yakni pada tahun 2015.

Kabarnya beras tersebut berasal dari China yang didistribusikan dari daerah Taiyuan Provinsi Shaanxi.

Tips Memilih Produk Beras Premium

Baca Juga: Penduduk Sumsel Tembus 8,9 Juta Jiwa di 2025, Didominasi Usia Produktif

Prof Tajudin mengimbau agar masyarakat mewaspadai beras yang terlihat tidak biasa, berwarna aneh, atau berbau. 

“Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang,” ucapnya seperti dilansir dari laman resmi ipb.ac.id, Senin (14/7/2025). 

Perihal daya simpan, Prof Tajudin menjelaskan jika idealnya beras hanya disimpan maksimal enam bulan agar kualitasnya tetap terjaga.

Sebab, beras juga bisa mengalami kerusakan secara alami, terutama jika disimpan terlalu lama.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.