5 Update Baru Perang Iran AS: China Didesak Turun Gunung Damaikan Kedua Negara

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) hingga kini masih berlangsung.
Terbaru, Iran dilaporkan kembali membuka jalan damai dengan mengajukan sejumlah syarat perundingan kepada AS.
Syarat tersebut diajukan melalui negara mediator Qatar dan disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, pada Sabtu (19/9/2026) melalui akun media sosial X miliknya.
Baca Juga: HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
Di sisi lain, Arab Saudi justru dilaporkan melancarkan 28 serangan yang menyasar kegubernuran Taiz, Al-Jawf, dan Marib.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengatakan serangan dilakukan menggunakan pesawat F-15 dan Typhoon yang lepas landas dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif.
Berikut deretan update terbaru perang Iran AS hingga Senin, 21 September 2026:
Baca Juga: Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
1.Iran Ancam Pembalasan Mengerikan ke AS
Komando Pusat militer Iran mengatakan setiap serangan baru di wilayahnya akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan AS.
Sekutu AS di kawasan juga akan dianggap sebagai pihak dalam konflik tersebut.
Baca Juga: 17 Aki dan 20 Charger Mobil Golf Dicuri, Pelaku Ditangkap Polisi
2.Arab Saudi Lancarkan 28 Serangan ke Yaman
Kelompok Houthi menyatakan bahwa Arab Saudi melancarkan 28 serangan di beberapa wilayah Yaman dalam 24 jam terakhir.
Bentrokan antara kelompok pro-Iran tersebut dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh dalam perang saudara kembali berkecamuk beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Potensi Lahan Rawa Sumsel Capai 73 Persen, Padi Apung Mulai Dikembangkan
Bulan ini, Houthi yang telah menguasai sebagian besar wilayah berpenduduk di Yaman melancarkan serangan kilat untuk merebut seluruh pesisir Laut Merah negara itu, sehingga memberikan mereka kendali atas Selat Bab al-Mandab yang vital.
Houthi menegaskan bahwa pelayaran di selat tersebut tetap terbuka dan bebas, kecuali bagi kapal-kapal milik Saudi.
Serangan terjadi setelah Arab Saudi melaporkan serangan rudal balistik Houthi ke arah Riyadh saat fajar, menyusul terjadinya kebakaran di dekat bandara internasional ibu kota Saudi itu.
Baca Juga: Info Cuaca Sumsel Besok: 16 Daerah Hujan Sepanjang Hari, Palembang Cerah Berawan
Perang yang bermula pada tahun 2014 dengan direbutnya ibu kota Sanaa oleh Houthi ini sempat terhenti di 2022, namun kembali berkobar pada bulan Juli.
3. Pertemuan Trump dengan Xi Jinping
Seorang ahli strategi Partai Republik AS sekaligus mantan pejabat Gedung Putih dan keamanan nasional, Mark Pfeifle berpendapat bahwa keterlibatan China dapat membantu mendorong diplomasi AS-Iran.
Ia mengatakan bahwa di luar upaya mediator Qatar dan Pakistan, ada perkembangan lain yang dapat membantu mendorong diplomasi antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Harga Kelapa Sumsel Terjun Bebas, dari Rp4.000 Kini Tinggal Rp1.800 per Butir
Ia merujuk China sebagai jawabannya. Sejalan dengan hal tersebut, Trump dan Xi Jinping juga disebut akan mengadakan pertemuan pada 24 September mendatang.
Keduanya disebut akan membahas kemungkinan kesepakatan AS-China terkait perdagangan, kecerdasan buatan (AI), mineral logam tanah dan juga Iran.
4. Harga Minyak Dunia Jatuh
Harga minyak telah jatuh ke level terendah sejak 10 September.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus PNS OKI Tewas Ditusuk Istri, Keduanya Ternyata Pisah Ranjang
Investor mencermati pemulihan parsial pengiriman minyak dari Arab Saudi meskipun serangan Houthi masih terus berlanjut.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent berada di angka US$101,71 per barel, turun 2,08% dari sebelumnya.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menyentuh level US$98,15 per barel, turun 2,14% dari sebelumnya.
Baca Juga: Diduga Salah Injak Pedal, Xenia Terperosok ke Kolam di Gandus Palembang
5. Lalu Lintas Selat Hormuz
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada akhir pekan lalu dilaporkan semakin menurun.
Mengutip Reuters, hanya 12 kapal komoditas melewati Selat Hormuz tersebut Sabtu dan Minggu.
Jumlah tersebut turun hampir dua pertiga dari akhir pekan sebelumnya. Pekan lalu ada 35 kapal yang transit di jalur perairan tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
- 2PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Daftar Tanggal Merah 2027: Ada Potensi Libur Panjang hingga 10 Hari Berturut-turut
- 4Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini Usai Sepekan Stagnan
- 6Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 75 Fakta Menarik Film Istimewa, Sejarah Baru Layar Lebar Indonesia dengan Tema Inklusivitas
- 8Ramalan Zodiak Libra Akhir Pekan: Romansa Jadi Sorotan, Saatnya Lebih Terbuka pada Perasaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








