Harga Kelapa Sumsel Terjun Bebas, dari Rp4.000 Kini Tinggal Rp1.800 per Butir

AKURAT.CO SUMSEL Harga kelapa di tingkat petani Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan cukup tajam sepanjang 2026.
Komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan perkebunan Sumsel tersebut bahkan kini hanya dihargai sekitar Rp1.800 per butir di tingkat petani.
Kondisi itu menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel. Sebab, di tengah potensi kelapa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, harga komoditas tersebut justru terus tertekan.
Kepala Bank Indonesia (BI) Sumsel sekaligus bagian dari TPID Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat hilirisasi kelapa.
"Solusinya kita upayakan hilirisasinya kelapa," ujar Bambang, Senin (21/9/2026).
Menurut Bambang, sektor pertanian masih memiliki ruang untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
"Optimalisasi sektor-sektor yang belum maksimal dapat mendorong penguatan ekonomi, dan memang sektor kayak pertanian memang belum optimal," katanya.
Baca Juga: Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
Penurunan harga kelapa disebut sudah dirasakan petani selama sekitar enam bulan terakhir.
Pada Agustus 2026, harga kelapa di tingkat petani yang sebelumnya berada di kisaran Rp4.000 per butir turun menjadi sekitar Rp1.800 per butir.
Ketua Panitia Munas II Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO), Muhammad Asri Lambo, mengatakan persoalan harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani kelapa saat ini.
Menurutnya, penurunan harga tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah daerah sentra produksi, termasuk Banyuasin, ikut merasakan tekanan tersebut.
"Persoalan harga kelapa saat ini dirasakan langsung di sejumlah daerah sentra produksi, termasuk Banyuasin," kata Asri.
Ia menjelaskan, pelemahan permintaan ekspor menjadi salah satu faktor yang ikut menekan harga kelapa.
Ketergantungan terhadap penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah membuat pendapatan petani rentan terhadap perubahan kondisi pasar.
"Kondisi ini menunjukkan kerentanan pendapatan petani ketika komoditas kelapa masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dan bergantung pada kondisi pasar," jelasnya.
Banyuasin menjadi salah satu wilayah yang memiliki perkebunan kelapa cukup luas di Sumsel.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuasin, luas perkebunan kelapa rakyat mencapai sekitar 48.266 hektare dengan produksi sekitar 46.927 ton pada 2023.
Besarnya potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan industri pengolahan kelapa di Sumsel.
Hilirisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi, tetapi juga mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan kelapa sebagai bahan mentah.
Baca Juga: Sumsel Diprediksi 45 Hari Tanpa Hujan, Satgas Karhutla Diminta Siaga
Di tengah tekanan harga kelapa, sejumlah produk turunannya dari Sumsel sebenarnya sudah mulai masuk pasar internasional.
Produk olahan kelapa telah dikirim ke sejumlah negara, di antaranya China, Prancis, dan Taiwan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang pengembangan industri hilir kelapa masih terbuka.
Dengan penguatan industri pengolahan, komoditas kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Persoalan harga, pengembangan industri, hingga hilirisasi kini menjadi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar potensi kelapa Sumsel dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
- 2PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Daftar Tanggal Merah 2027: Ada Potensi Libur Panjang hingga 10 Hari Berturut-turut
- 4Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini Usai Sepekan Stagnan
- 65 Fakta Menarik Film Istimewa, Sejarah Baru Layar Lebar Indonesia dengan Tema Inklusivitas
- 7Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 8Ramalan Zodiak Libra Akhir Pekan: Romansa Jadi Sorotan, Saatnya Lebih Terbuka pada Perasaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








