Kenapa Perut Terasa Perih Saat Telat Makan? Ini Fakta Medisnya

AKURAT.CO SUMSEL Perut terasa perih saat telat makan merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Meski kerap dianggap hal biasa, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi sinyal bahwa sistem pencernaan sedang tidak dalam kondisi optimal.
Rasa perih biasanya muncul di area ulu hati dan disertai sensasi panas, nyeri, atau tidak nyaman, terutama ketika waktu makan tertunda terlalu lama. Kondisi ini umum terjadi pada mereka yang sibuk bekerja, lupa makan, atau sengaja menunda makan karena aktivitas yang padat.
Jika terus dibiarkan, kebiasaan telat makan tidak hanya memicu rasa tidak nyaman sementara, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan lambung dalam jangka panjang.
Berikut beberapa penyebab perut terasa perih saat telat makan yang penting untuk diketahui.
Produksi Asam Lambung Tetap Berjalan
Salah satu penyebab utama perut perih adalah produksi asam lambung yang tetap berlangsung meskipun tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Secara alami, lambung menghasilkan asam untuk membantu proses pencernaan. Namun ketika perut kosong, asam tersebut tidak memiliki “objek” untuk dicerna sehingga dapat mengiritasi dinding lambung. Iritasi inilah yang kemudian menimbulkan sensasi perih atau seperti terbakar.
Lambung Berkontraksi Lebih Kuat
Baca Juga: Sepekan Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Palembang Merangkak Naik
Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu lama, lambung akan berkontraksi lebih kuat sebagai tanda lapar. Kontraksi ini terkadang terasa seperti kram atau nyeri di bagian ulu hati.
Pada sebagian orang, kontraksi lambung yang berlebihan dapat menimbulkan rasa perih yang cukup mengganggu, terutama jika pola makan tidak teratur.
Memicu Maag dan Gangguan Pencernaan
Kebiasaan telat makan juga dapat meningkatkan risiko terkena maag, gastritis, hingga gangguan pencernaan lainnya. Pola makan yang tidak konsisten membuat kerja lambung menjadi tidak stabil, sehingga produksi asam lambung sulit dikendalikan.
Akibatnya, dinding lambung lebih rentan mengalami peradangan. Jika kondisi ini terjadi berulang, rasa perih bisa muncul bukan hanya saat lapar, tetapi juga setelah makan.
Kadar Gula Darah Menurun
Telat makan tidak hanya berdampak pada lambung, tetapi juga dapat menyebabkan kadar gula darah menurun. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Penurunan gula darah juga dapat memicu respons stres dalam tubuh yang berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung, sehingga rasa perih semakin terasa.
Kenali Perbedaannya dengan Penyakit Lambung
Perut perih karena lapar umumnya akan membaik setelah makan atau mengonsumsi camilan ringan. Namun, jika rasa nyeri sering muncul, berlangsung lama, atau disertai gejala seperti mual berlebihan, muntah, hingga nyeri hebat, kondisi ini patut diwaspadai.
Gejala tersebut bisa mengarah pada gangguan lambung yang lebih serius dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.
Menjaga pola makan yang konsisten merupakan kunci utama untuk melindungi kesehatan lambung. Ingat, rasa perih bukan sekadar tanda lapar, tetapi juga bisa menjadi peringatan agar Anda lebih memperhatikan kebutuhan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





