Sumsel

Waspada Risiko Memanasi Makanan Bersantan Berulang, Penyakit Jantung hingga Kanker Mengintai

St Shofia Munawaroh | 2 April 2025, 21:05 WIB
Waspada Risiko Memanasi Makanan Bersantan Berulang, Penyakit Jantung hingga Kanker Mengintai

AKURAT. CO SUMSEL - Memanasi makanan yang tak habis dimakan, termasuk makanan bersantan adalah salah satu kebiassan masyarakat Indonesia, terutama di momen lebaran seperti saat ini.

Rendang, Opor Ayam hingga Sambal Goreng Kentang merupakan makanan bersantan yang selalu ada di momen lebaran.

Bukan hanya karena kelezatannya, menyajikan makanan-makanan tersebut seolah telah menjadi tradisi khusus setiap momen perayaan Idul Fitri tiba di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Puluhan Perusahaan di Sumsel Dilaporkan Terkait Masalah THR, Paling Banyak dari Palembang

Perlu diketahui, ternyata ada bahaya yang mengintai ketika kita memanasi makanan bersantan apalagi jika dilakukan berulang.

Santan merupakan salah satu bahan utama berbagai masakan tradisional Indonesia.

Cairan ini diperoleh dari perasan daging kelapa dan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sekitar 90–92 persen.

Baca Juga: Puncak Arus Balik di Sumsel Diprediksi Terjadi 6-7 April 2025

Namun, jenis lemak jenuh dalam santan berbeda dengan lemak yang terkandung pada produk hewani dan susu.

Lemak jenuh dalam produk hewani umumnya berupa asam lemak rantai panjang (long-chain fatty acid) yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Sebaliknya, santan mengandung asam lemak jenuh rantai sedang (medium-chain fatty acid) yang lebih mudah diserap dan diolah oleh tubuh.

Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Sederet Artis Dewi Yull hingga Andre Taulany Sampaikan Duka

Salah satu komponen utama santan adalah asam laurat, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Namun, jika dipanaskan berulang kali, kandungan tersebut bisa berubah bahkan berbahaya bagi kesehatan.

Ketika santan dipanaskan berkali-kali, akan terjadi proses oksidasi lemak yang dapat mengubah asam laurat menjadi asam lemak bebas.

Baca Juga: Profil, Perjalanan Karier hingga Daftar Film yang Pernah Dibintangi Ray Sahetapy

Proses ini menghasilkan radikal bebas dan senyawa berbahaya, seperti aldehida dan keton, yang dapat merusak sel tubuh serta meningkatkan risiko penyakit jantung.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi jangka panjang makanan bersantan yang dipanaskan berulang dapat meningkatkan risiko kanker.

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.