Sumsel

Puncak Arus Balik di Sumsel Diprediksi Terjadi 6-7 April 2025

Maman Suparman | 2 April 2025, 17:00 WIB
Puncak Arus Balik di Sumsel Diprediksi Terjadi 6-7 April 2025

AKURAT.CO SUMSEL Puncak arus balik Lebaran 2025 di Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan akan terjadi pada 6-7 April mendatang, tepat sebelum aktivitas perkantoran dan sekolah kembali dimulai pada 8 April.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel telah menyiagakan 920 personel untuk mengantisipasi potensi kepadatan di berbagai jalur transportasi darat, laut, dan udara.

“Kita prediksi puncak arus balik akan terjadi pada 6 atau 7 April karena pekerja dan siswa sekolah sudah masuk pada tanggal 8 April,” ujar Kadishub Sumsel, Arinarsa JS, Rabu (2/4/2025).

Menurut Arinarsa, situasi arus mudik sebelumnya berjalan lancar tanpa adanya kemacetan total di sejumlah titik rawan. Pengalaman ini diharapkan dapat diterapkan juga pada arus balik mendatang dengan penerapan disiplin berkendara dan ketaatan terhadap aturan lalu lintas.

Baca Juga: Pakai Peci, Rumah dan Warung di Plaju Palembang Dibobol Maling Saat Pemilik Salat Idul Fitri

“Kita minta saat arus balik nanti tidak saling mendahului kendaraan saat lalu lintas padat. Ikuti aturan berkendara yang baik dan taat terhadap rambu-rambu lalu lintas,” tambahnya.

Selain jalur darat, Dishub Sumsel juga mengantisipasi kepadatan transportasi udara dan laut. Personel Dishub akan disebar di berbagai titik rawan kemacetan seperti pasar tumpah dan persimpangan utama untuk memastikan kelancaran arus balik.

“Jika terjadi kemacetan, personel kita minta segera mengurainya. Ini untuk memastikan seluruh moda transportasi bisa berjalan dengan baik,” jelas Arinarsa.

Pada momen Lebaran tahun ini, jumlah pemudik yang masuk ke Sumsel tercatat mengalami peningkatan hampir 20 persen dari tahun sebelumnya atau sekitar 2 juta pemudik.

“Peningkatan jumlah pemudik ini masih sesuai dengan prediksi kita,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia