5 Toko Roti Tertua di Indonesia, Sudah Ada Sejak Kolonial Belanda

AKURAT. CO SUMSEL - Ada toko roti di Indonesia yang usianya sudah ratusan tahun.
Toko ini berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Meski usianya sudah ratusan tahun, toko ini tetap ramai dan konsisten menyajikan roti-roti jadul dengan aroma dan rasa yang khas.
Baca Juga: Janji Masuk PT KAI Bermodal Rp5 Juta, Pria di Palembang Jadi Korban Penipuan
Toko roti atau bakery-bakery ini kemudian dinobatkan sebagai toko roti tertua di Indonesia.
1. Toko Roti Ganep
Toko roti ini terletak di Kota Solo, Jawa Tengah dan sudah berdiri sejak 1881.
Baca Juga: KPU Empat Lawang Targetkan Distribusi Logistik PSU Selesai Tepat Waktu
Kedainya yang sederhana dikelola oleh pasangan suami istri keturunan Tionghoa bernama Thang Tiang San dan Au Lek Nio.
Menu andalan di toko roti ini adalah Roti Kecik yang terbuay dari bahan dasar beras ketan dengan campuran kayu manis lalu dipanggang sampai kering.
Konon, roti ini disebut-sebut jadi camilan Sri Susuhunan Pakubuwono X yang sering dibeli keluarga Kraton Kasunanan.
Baca Juga: Anak 13 Tahun di Palembang Dipukul hingga Berdarah, Orang Tua Laporkan Pelaku ke Polisi
2. Toko Roti Go
Toko roti tertua selanjutnya berada di Purwokerto.
Ialah Toko Roti Go yang berdiri sejak 1898 dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Banyumas.
Baca Juga: Kejar Pacar Sambil Bawa Senpi Rakitan, Pemuda Palembang Ditangkap Polisi
Toko roti ini didirikan oleh pasangan keturuna Tionghoa bernama Go Kwe Ka dan Oei Oak Ke Nio.
Ciri utama bakery ini adalah sentuhan kuno dan jadul dari tokonya yang terus dipertahankan sebagaimana resep asli mereka yang terus diwariskan.
Menu andalan di toko ini ada Amandelbrood yang isian kacang cokelat dengan topping gula pasir di bagian atasnya dan roti asin dengan isian daging.
Baca Juga: Guru PAUD hingga SMP di Palembang Akan Terima Uang Pengganti Kuota Internet Mulai Mei 2025
3. Toko Roti Tan Ek Tjoan
Toko roti ini berdiri sejak 1920 dan masih eksis walau usianya sudah 105 tahun.
Keaslian rasa, pengemasan hingga model penjualan dari toko ini juga masih terus dipertahankan.
Baca Juga: 500 Atlet Muda Ramaikan Harukaze Open Karate, Perebutkan Piala Bergilir Wali Kota Palembang
Yakni dengan dijajakan berkeliling menggunakan sepeda dan gerobak kayu.
Namun, bagi Anda yang ingin membeli ke tokonya langsung juga bisa.
Lokasinya ada di Jakarta dan Bogor dengan suasana toko yang masih kuno.
Varian roti yang paling digemari dari toko ini adalah roti tawar lembut atau roti gambang yang mulai sulit dicari.
Selain itu, ada juga varian roti manis beraneka rasa seperti mocca, sarikaya hingga pandan yang cocok jadi teman minum teh atau kopi.
4. Toko Oen
Baca Juga: Masih Trauma, Korban Penganiayaan oleh Oknum Polisi Mengaku Merasa Terus Dibuntuti
Perjalanan panjang Toko Oen berawal dari bisnis toko kue kering keluarga di Yogyakarta sejak 1922.
Pada 1936 bisnis tersebut berkembang dan mulai memiliki cabang toko roti di Semarang.
Nama Oen sendiri diambil dari pemilik aslinya yang kerap disebut sebagai Opa dan Oma Oen.
Baca Juga: PS Palembang Targetkan Lolos ke Delapan Besar Liga 4 Nasional 2025
Sajian roti yang ditawarkan merupakan hasil kombinasi kuliner China, Belanda, dan Lokal.
Kini, Toko Oen tak hanya dikenal sebagai toko roti saja.
Tetapi banyak hidangan utama lezat yanh bida dinikmati di tempat serta beberapa oleh-oleh produksi sendiri dan menjadi ikon oleh-oleh Semarang.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Wisata Kawasan Gunung Dempo di Pagar Alam, Cocok Dikunjungi Saat Libur Panjang
5. Sumber Hidangan
Sebelum memiliki nama Indonesia, toko roti ini masih menggunakan nama pemberian Belanda, Het Snoephuis.
Sejak berdiri pada 1929, toko roti ini masih terus mempertahankan resep asli roti khas Belanda.
Penamaan untuk setiap varian rotinya juga masih sangat kental dengan negeri kincir angin tersebut.
Seperti Ananas Tartje, Amandelbrood, Melkbrood, hingga Amsterdamsekorst.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









