Mengapa Tekanan Darah Sering Tinggi? Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

AKURAT.CO SUMSEL– Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, sering dijuluki "pembunuh senyap" karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius.
Memahami penyebab dan faktor risikonya adalah kunci untuk mencegah dan mengelola kondisi ini.
Tekanan darah tinggi primer, yang merupakan jenis paling umum, sering kali berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Sejumlah Daerah di Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini Jumat 5 September 2025
Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi kombinasi faktor genetik dan gaya hidup memainkan peran besar:
Pola Makan Buruk: Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat membuat tubuh menahan cairan, meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah.
Makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol juga dapat menyumbat arteri.
Baca Juga: Bawa Bunga, Driver Ojek Online Geruduk Mapolrestabes Palembang
Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang tidak aktif dapat meningkatkan berat badan, yang merupakan salah satu faktor risiko utama hipertensi.
Olahraga teratur membantu menjaga jantung tetap kuat dan efisien dalam memompa darah.
Kelebihan Berat Badan: Obesitas memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada dinding arteri dan memicu hipertensi.
Konsumsi Alkohol Berlebihan: Minum alkohol terlalu banyak dapat merusak jantung dan pembuluh darah, yang berujung pada peningkatan tekanan darah.
Merokok: Zat kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan pembuluh darah, menyebabkan penyempitan arteri.
Ini membuat jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah.
Faktor Risiko yang Tidak Bisa Dikendalikan
Selain faktor gaya hidup, ada beberapa faktor risiko yang tidak dapat kita kendalikan:
Usia: Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
Riwayat Keluarga: Jika orang tua atau saudara kandung Anda memiliki riwayat hipertensi, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Jenis Kelamin: Sebelum usia 64, pria cenderung lebih berisiko mengalami hipertensi. Setelah usia 65, risiko pada wanita lebih tinggi.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Gantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan
Penyakit Tertentu: Hipertensi juga dapat menjadi akibat dari kondisi medis lain, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.
Penting untuk secara rutin memantau tekanan darah Anda.
Jika Anda memiliki salah satu dari faktor risiko di atas, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



