Sumsel

Mengenal Sapi Merah Israel yang Sering Dikaitkan Dengan Tanda Kiamat dan Munculnya Dajjal, Benarkah? Begini Penjelasan Ustadz Buya Yahya

Deni Hermawan | 31 Maret 2024, 14:47 WIB
Mengenal Sapi Merah Israel yang Sering Dikaitkan Dengan Tanda Kiamat dan Munculnya Dajjal, Benarkah? Begini Penjelasan Ustadz Buya Yahya

AKURAT.CO SUMSEL Sapi Merah betina tanpa bulu hitam atau putih di badannya dianggap penting oleh masyarakat Yahudi untuk ritual penyucian. Mereka percaya bahwa sapi semacam itu menjadi syarat untuk membangun kuil ketiga Yahudi di Yerusalem, yang menurut kelompok Yahudi garis keras harus berdiri di atas Masjid Al-Aqsa dan Dome of The Rock.

Lima ekor Sapi yang kini berada di Israel berasal dari peternakan di Texas, yang diimpor pada September 2022. Sapi-sapi ini dianggap penting oleh para rabi sebagai kunci dalam pemikiran mereka tentang kedatangan zaman Mesias (Dajjal). Mereka melihatnya sebagai tanda bahwa zaman Mesianik akan segera datang, di mana bait suci akan dipulihkan.

Selain itu, menurut informasi dari oneofisrael.org, Sapi merah ini dianggap sebagai simbol Mesias yang sempurna, yang menjadi korban tanpa dosa dan kematian-Nya membawa kehidupan.

Baca Juga: Israel Tetapkan Indonesia Sebagai Wilayah Berbahaya Untuk Dikunjungi Warganya

Sapi Merah Menurut Akidah Islam

Dalam akidah Islam, kemunculan Sapi merah bukan salah satu tanda kiamat, hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Buya Yahya,

"Tanda-tanda hari kiamat besar, tidak ada sapi merah. Tanda-tanda kiamat besar misalnya keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, matahari terbit dari barat, keluarnya dajjal, turunnya Nabi Isa a.s. turunnya imam mahdi itu adalah alamat kiamat kubro" Ujar Buya Yahya dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya juga menyatakan bahwa itu merupakan keyakinan Yahudi, adapun keyakinan Islam, beliau melarang umat Muslim turut mempercayainya,

"Ini Keyakinan Yahudi, jadi kalau Sapi Merah sudah ada di Israel, ada keyakinan yang mereka percayai untuk membangun namanya haikal (Kuil Yahudi)," Pungkasnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa kemunculan Sapi Merah ini dapat dimanfaatkan oleh Yahudi garis keras untuk melakukan hal yang tidak wajar terhadap orang-orang baik di Negara Palestina,

Buya juga menjelaskan bahwa keyakinan ini (Sapi Merah) meruapakan sebuah keyakinan yang keliru,

"Keyakinan Yahudi yang bener itu, tidak berbeda dengan keyakinan Islam," Ujarnya. (Dandy Dwi Putra Handho)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto