Sumsel

Sejarah Songket Palembang, Budaya Warisan Kerajaan Sriwijaya

Deni Hermawan | 29 Maret 2024, 07:00 WIB
Sejarah Songket Palembang, Budaya Warisan Kerajaan Sriwijaya

AKURAT.CO SUMSEL Songket merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Palembang.

Songket telah ada di tengah-tengah masyarakat Palembang sejak ratusan tahun lalu.

Songket biasanya digunakan pada tradisi-tradisi tertentu seperti upacara pernikahan, marhaba, menari, dan upacara adat lainnya.

Sejarah Songket Palembang

Dilansir dari Repositori Kemdikbud, ada dua pendapat yang menyatakan kapan songket ada di dalam kehidupan masyarakat Palembang.

Songket telah ada di Palembang sejak berabad-abad yang lalu, pada masa sebelum Kerajaan Palembang menjadi Kesultanan antara tahun 1455 hingga 1659.

Baca Juga: Sejarah Kantor Walikota Palembang yang Dulunya Digunakan Sebagai Menara Air

Beberapa bahkan berpendapat bahwa kerajinan songket telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Pandangan ini didukung oleh motif-motif pada kain songket Palembang yang menggambarkan hewan sebagai elemen motifnya.

Pendapat kedua, songket mulai dikenal seiring dengan berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823).

Pada masa itu, hanya raja atau sultan beserta kerabat keraton yang berhak memakai songket.

Songket yang dipakai oleh istri sultan dan istri para pembesar di Palembang dianggap sebagai bagian penting dalam melengkapi pakaian kebesaran.

Berdasarkan kedua pendapat di atas, terlihat bahwa keduanya memiliki alasan yang cukup kuat.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik menenun dan pembuatan motif telah ada sejak sebelum era Kesultanan Palembang.

Meskipun begitu, kemajuan lebih lanjut dalam produksi Songket Palembang terjadi saat masa pemerintahan Kesultanan Palembang, di mana pakaian ini menjadi lambang keagungan bagi para penguasa Kesultanan Palembang. (MG/CC Sriyani Putri)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto