Tips Menghadapi Anak Toddler yang Aktif dan Sulit Diatur

AKURAT.CO SUMSEL Masa toddler atau batita (balita di bawah usia tiga tahun) sering disebut sebagai fase paling menantang bagi para orang tua.
Pada usia ini, anak mulai aktif bereksplorasi, memiliki rasa ingin tahu tinggi, namun belum mampu sepenuhnya mengontrol emosi.
Banyak orang tua yang mengeluhkan perilaku anak di fase ini—mulai dari tantrum, sulit makan, hingga susah tidur.
Namun, psikolog anak menyebut bahwa kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang.
Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan orang tua untuk menghadapi anak toddler tanpa stres:
1. Tetap Tenang Saat Anak Tantrum
Jangan terbawa emosi ketika anak menangis atau menolak sesuatu. Tenangkan diri terlebih dahulu dan beri pelukan.
Tantrum bukan bentuk pembangkangan, tapi cara anak mengekspresikan emosi karena belum bisa bicara lancar.
2. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Positif
Anak toddler belajar lewat contoh. Hindari kata larangan berlebihan seperti “jangan” atau “tidak boleh”, ganti dengan kalimat positif seperti “ayo kita lakukan begini, ya”. Bahasa positif membantu anak lebih mudah memahami arahan.
3. Bangun Rutinitas yang Konsisten
Rutinitas membuat anak merasa aman dan tahu apa yang akan terjadi. Jadwalkan waktu tidur, makan, dan bermain secara teratur agar anak terbiasa disiplin sejak dini.
4. Libatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari
Biarkan anak ikut membantu hal sederhana seperti mengambil sendok atau menyapu kecil. Aktivitas ini bukan hanya melatih motorik, tapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab.
5. Beri Pujian, Bukan Ancaman
Anak di usia dini lebih mudah termotivasi dengan pujian dibanding hukuman. Apresiasi setiap perilaku baik mereka, sekecil apa pun, agar kepercayaan diri tumbuh dengan alami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








