Sumsel

5 Rahasia di Balik Nikmatnya Kopi Semendo hingga Jadi Premium dan Mendunia

St Shofia Munawaroh | 1 Mei 2025, 15:35 WIB
5 Rahasia di Balik Nikmatnya Kopi Semendo hingga Jadi Premium dan Mendunia

AKURAT. CO SUMSEL - Kopi Semendo merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Kopi ini berasal dari Desa Semende, Kabupaten Muara Enim yang juga menjadi daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera Selatan.

Unggulnya kualitas kopi Semendo salah satunya dipengaruhi oleh topography alam di pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang 1.650 km dan berada pada level ketinggian 1200 – 1500 mdpl.

Baca Juga: 6 Tuntutan Buruh dalam Aksi May Day 2025 di Monas Jakarta, dari Upah Layak Sampai Cegah PHK Massal

Saat ini, kopi Semendo juga telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Singapura dan Australia.

Lantas, apa yang membuat kopi ini menjadi istimewa dan nikmat ? Simak ulasannya berikut ini:

1. Ditanam Secara Tradisional dan Dijaga Secara Turun Temurun

Baca Juga: Kuliah Dulu atau Kerja Dulu? Ini Pertimbangan Sebelum Menentukan Jalan Hidup Setelah Lulus Sekolah

Kopi Semendo tumbuh di tanah leluhur masyarakat Semende, di mana tanah yang ditanami kopi tersebut terjaga dengan baik secara turun temurun.

Hal ini menjadikan cita rasa kopi Semendo tetap terjaga sampai sekarang.

Pada awalnya para petani di desa Semende hanya menanam dan mengelolanya dengan cara tradisional.

Baca Juga: Lima Lagu Klasik 90an yang Masih Hits Sampai Sekarang, Bikin Nostalgia Makin Dalam

Sehingga hasilnya tidak maksimal ditambah dengan pemasarannya yang tidak tersistem dengan baik. 

2. Menggunakan Teknik Panen Khusus

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai berinovasi.

Baca Juga: Revisi UMSP 2025 dan UU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan Utama Buruh Sumsel di Aksi May Day

Untuk menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik, dimulai dari teknik panen yang baik.

Petani kopi Semende menggunakan teknik panen selektif petik merah.

Yakni memetik biji kopi yang matang secara sempurna dengan syarat 85 persen biji kopi sudah berwarna merah dan 15 persen berwarna kuning kemerahan. 

Baca Juga: May Day: Lebih dari Sekadar Hari Libur, Ini Makna dan Sejarah Hari Buruh Internasional

3. Proses Pasca Panen yang Kompleks

Proses pengolahan pasca panen yang digunakan para petani kopi di Semende adalah teknik Solar Dryer.

Yaitu teknik penjemuran biji kopi yang telah dipetik menggunakan bantuan sinar matahari secara langsung sampai biji kopi memiliki kadar air 12 persen.

Baca Juga: Babak Baru Polemik Ijazah Jokowi: Berujung di Jalur Hukum

Untuk menghasilkan biji kopi kering dengan kadar 12 persen dibutuhkan 7 Kg biji kopi basah. 

4. Penerapan 3 Aspek Penting Pengolahan Kopi Premium

Ada tiga aspek penting dalam pengolahan kopi premium yang selama ini diterapkan oleh para petani kopi Semende.

Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang Hari Ini, Ada Banyak Film Baru Indonesia dan Mancanegara

Ketiga aspek itu diantaranya:

- Proses panen dimana pemetikan hanya dilakukan pada buah yang telah masak (biji kopi berwarna merah cerah dan daging buah lunak). 

- Proses Sortasi, yakni memisahkan buah superior (masak), bernas (padat) dan seragam dengan buah inferior (cacat, hitam, pecah, berlubang dan terserang hama/penyakit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Sebagian Sumsel Diguyur Hujan Petir

- Proses pengolahan pasca panen (Dry Process/Olah Kering, Fullwashed Process/Olah Basah dan Semi-Washed Process/Olah Semi Basah yang di dalamnya juga masih terdapat beberapa proses penting seperti pengupasan, pencucian buah, fermentasi, pengeringan dan penyimpanan. 

5. Jenis Kopi yang Ditanam Berkualitas

Jenis kopi yang ditanam para petani Semende adalah Kopi Robusta pada ketinggian 500-1300 MDPL.

Baca Juga: PMI Palembang Resmi Dilantik, Ratu Dewa Dorong Ketersediaan Darah dan Transparansi Pengelolaan

Jenis kopi ini memiliki kadar kafein yang tinggi ean gula lebih rendah jika dibandingkan kopi arabika dan liberika.

Ciri khas Kopi Robusta Semendo memiliki kekentalan yang tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.