Terekam CCTV, Pencuri Meteran Air di Palembang Beraksi Santai, Viral di Medsos

AKURAT.CO SUMSEL Warga Kecamatan Sako, Palembang, dibuat waswas dalam beberapa pekan terakhir.
Aksi pencurian meteran air milik PDAM Tirta Musi yang terbuat dari kuningan marak terjadi dan terus berulang, membuat warga merasa tidak aman bahkan saat malam tiba.
Terbaru, pelaku kembali beraksi di Kompleks RSB Multi Wahana Blok P6, Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam rekaman kamera CCTV, pelaku terlihat beraksi seorang diri, menyusuri rumah-rumah warga dengan santai seolah tanpa takut terpantau kamera.
“Dari rekaman CCTV, pelaku datang dari arah gang depan. Awalnya mencuri meteran rumah tetangga, lalu lanjut ke rumah saya. Terekam jelas di video yang sekarang sudah viral di media sosial,” ujar Siti Mutiati (57), salah satu korban, Selasa (28/10/2025).
Dalam satu malam, sedikitnya tujuh rumah menjadi korban, mayoritas rumah tanpa pagar. Warga menduga pelaku sengaja memilih rumah yang aksesnya mudah dan minim penerangan.
“Mulai dari rumah depan kompleks sudah banyak yang kehilangan meteran air. Karena tidak ada pagar, pelaku gampang masuk,” tambahnya.
Video rekaman CCTV yang beredar luas menunjukkan pelaku diduga juga beraksi di beberapa wilayah lain di Palembang.
Baca Juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di OKU Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Minta Keadilan
Ciri-ciri dan gaya beraksi yang sama membuat warga yakin ini ulah satu orang spesialis pencuri meteran PDAM.
“Kalau dilihat dari pakaiannya dan caranya bergerak, sangat mirip. Kemungkinan besar pelakunya orang yang sama,” kata Siti.
Menanggapi laporan tersebut, pihak RT bersama warga segera melapor ke Bhabinkamtibmas dan Polsek Sako Palembang.
Polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
“Polsek Sako sudah datang dan ambil rekaman CCTV. Pihak PDAM juga langsung mengganti meteran yang hilang,” imbuhnya.
Sementara itu, warga berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang membuat keresahan semakin meluas.
“Kami tidak bisa tidur tenang. Tiap malam khawatir pelaku datang lagi. Semoga polisi cepat menangkapnya,” harap Siti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









