Sumsel

Seorang Buruh Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan Palembang, Diduga Usai Cekcok dengan Pacar

Maman Suparman | 3 Mei 2025, 16:45 WIB
Seorang Buruh Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan Palembang, Diduga Usai Cekcok dengan Pacar

AKURAT.CO SUMSEL Warga Jalan Perindustrian II, Kampung Sukadamai, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tewas dalam kondisi tergantung di rumah kontrakannya, Jumat (2/5/2025) malam, sekitar pukul 20.40 WIB.

Korban diketahui bernama Ariyadi (39), buruh harian yang berdomisili di Jalan Kaplingan HA Wahid, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang tetangga berinisial A. Ia mendengar suara besi berisik dari rumah sebelah yang ditempati korban.

Merasa curiga, saksi langsung mengecek dan mendapati Ariyadi dalam kondisi leher terlilit ikat pinggang dengan posisi tergantung, meski kakinya masih menapak lantai.

“Saat saya lihat, korban sudah kejang-kejang. Saya langsung panggil Ketua RT dan menghubungi polisi,” ujar A, Sabtu (3/5/2025).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah Warga di 24 Ilir Palembang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Petugas yang tiba di lokasi bersama Ketua RT segera memotong ikat pinggang yang melilit leher korban menggunakan pisau.

Saat itu, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, dengan napas terengah dan mulut mengeluarkan buih. Namun, sekitar 30 menit kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Alex Andriyan, membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga mengalami tekanan emosional setelah terlibat pertengkaran dengan pacarnya.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Alex. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia