Sumsel

Pengakuan Dul Residivis Curanmor di Palembang Ngaku Uang Hasil Kejahatan Dipakai Judi dan Sabu

Maman Suparman | 2 Agustus 2025, 16:15 WIB
Pengakuan Dul Residivis Curanmor di Palembang Ngaku Uang Hasil Kejahatan Dipakai Judi dan Sabu

AKURAT.CO SUMSEL Syaripudin alias Dul (40) seorang residivis pencurian sepeda motor (curanmor) menyebut uang hasil kejahatannya digunakan untuk bermain game online dan membeli narkoba jenis sabu-sabu.

Menurut Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Tri Wahyudi, Dul kerap beraksi bersama seorang rekannya yang identitasnya sudah diketahui polisi. Motor yang dicuri, mayoritas berjenis matic seperti Honda Beat dan Vario, langsung dijual dengan harga murah, berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Pengakuannya uang hasil jual motor dipakai beli sabu-sabu sama main judi," ungkap AKBP Tri.

Dul terakhir kali melancarkan aksinya di kawasan Talang Kelapa, Alang-alang Lebar, Palembang, dengan menggasak satu unit Honda Vario.

Baca Juga: Residivis Spesialis Curanmor di Kos-Kosan Palembang Dilumpuhkan Polisi

Dari hasil pendataan, polisi mencatat ada lima laporan polisi di lima lokasi berbeda yang melibatkan tersangka Dul.

"Untuk barang bukti yang berhasil diamankan empat unit sepeda motor. Saat ini masih kami kembangkan karena dari pengakuan tersangka, dalam seminggu beraksi tiga sampai empat kali," jelas AKBP Tri.

Di hadapan petugas, Dul mengakui perbuatannya. "Motor yang didapat dijual sama teman saya Eki. Satu motor biasanya dijual dua juta hingga tiga juta. Uangnya dipakai judi slot, Pak," ujar Dul.

Ia juga menjelaskan, dalam aksinya mereka menggunakan kunci T atau merusak stang motor. motor (curanmor) menyebut uang hasil kejahatannya digunakan untuk bermain game online dan membeli narkoba jenis sabu-sabu. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia