Asing Ramai-Ramai Angkat Kaki dari Bursa RI, Rp3,36 Triliun Kabur Sepekan

AKURAT.CO SUMSEL Pasar saham Indonesia kembali mendapat tekanan dari aksi jual investor asing. Sepanjang perdagangan 7-11 September 2026, modal asing yang keluar dari pasar saham RI mencapai Rp3,36 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell hampir sepanjang pekan. Hanya pada perdagangan Selasa (8/9/2026), investor asing membukukan pembelian bersih.
Pada Senin (7/9/2026), asing mencatatkan net sell sebesar Rp678,54 miliar. Sehari setelahnya, Selasa (8/9/2026), investor asing berbalik melakukan net buy Rp398,20 miliar.
Namun, aksi jual kembali terjadi pada Rabu (9/9/2026) dengan nilai net sell Rp438,52 miliar.
Tekanan terbesar terjadi pada Kamis (10/9/2026). Pada hari tersebut, investor asing melepas saham di pasar domestik dengan nilai net sell mencapai Rp1,95 triliun.
Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan di Palembang Usai Hampir Sepekan Stabil
Aksi jual berlanjut pada Jumat (11/9/2026), dengan net sell asing sebesar Rp690,19 miliar.
Aliran Dana Asing Makin Tertekan
Jika dihitung sejak awal tahun, posisi dana asing di pasar saham Indonesia juga menunjukkan tekanan yang semakin besar.
Hingga Jumat (11/9/2026), investor nonresiden mencatatkan capital outflow sebesar Rp71,415 triliun secara year to date (YtD). Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi pada Jumat (4/9/2026) yang berada di level Rp68,05 triliun.
Derasnya aksi jual asing turut membayangi kinerja pasar saham sepanjang pekan lalu.
IHSG ditutup melemah 1,43 persen ke level 6.541,377 pada akhir perdagangan Jumat (11/9/2026). Posisi tersebut turun dari level 6.636,475 pada pekan sebelumnya.
Tak hanya indeks, kapitalisasi pasar BEI juga ikut menyusut. Kapitalisasi pasar turun 1,32 persen menjadi Rp11.446 triliun dari sebelumnya Rp11.599 triliun.
Aktivitas Perdagangan Ikut Menurun
Tekanan di pasar saham juga terlihat dari aktivitas transaksi investor. Rata-rata nilai transaksi harian BEI sepanjang pekan tersebut turun 14,88 persen menjadi Rp16,36 triliun dari Rp19,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian bahkan turun 26,34 persen menjadi 36,09 miliar lembar saham dari sebelumnya 48,99 miliar lembar saham.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 7,07 persen menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta transaksi pada pekan sebelumnya.
Kombinasi aksi jual asing, pelemahan IHSG, serta turunnya aktivitas perdagangan menunjukkan tekanan yang cukup kuat terhadap pasar saham domestik sepanjang pekan 7-11 September 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 85 Drakor Rating Tertinggi Oktober 2026, Doctor X Tembus 18,5 Persen
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






