Jelang Akhir Pekan, Emas Perhiasan Palemba Turun Tipis

AKURAT. CO SUMSEL - Satu hari menjelang akhir pekan, emas perhiasan Palembang terpantau turun tipis.
Kendati demikian, kisaran harganya masih mendekati angka Rp13 juta per suku atau setara 6,7 gram.
Angka ini masih memegang rekor harga tertinggi sejak April 2025 lalu, saat Donald Trump mengumumkan tarif impor tinggi untuk sejumlah negara.
Baca Juga: 3 Makanan Lezat yang Cocok Disantap Usai Salat Jumat, Bikin Perut Kenyang dan Hati Senang
Berikut adalah rincian harga emas perhiasan Palembang untuk Jumat, 10 Oktober 2025.
Toko Emas Laris Pasar 16
Emas perhiasan di toko Laris turun tipis hari ini.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Ketergantungan pada Hal Negatif, Awali Langkah Menuju Hidup Lebih Sehat
Untuk kalung dan gelang dibanderol Rp12,85 juta per suku.
Sementara untuk cincin dibanderol Rp100 ribu lebih mahal menjadi Rp12,95 juta per suku.
Harga tersebut sudah termasuk biaya produksi perhiasan emas dengan kadar 22 karat atau 92 persen.
Baca Juga: Besaran Gaji hingga Jenis-jenis Tunjangan yang Akan Diterima PPPK Paruh Waktu
Toko Emas Anda Palembang
Sementara itu, harga emas di toko Anda terpantau stabil hari ini.
Yaitu di angka Rp12,7 juta per sukunya.
Baca Juga: Jadwal Bioskop CGV Palembang 11 Oktober 2025: Didominasi Film Indonesia Lintas Genre
Angka ini naik Rp400 ribu dibanding akhir pekan lalu, Sabtu (4/10/2025).
Harga tersebut juga sudah termasuk ongkos penjualan dari pihak toko sebesar Rp400 ribu.
Baca Juga: Info Pemadaman Listrik 11 Oktober 2025: Hotel, Puskesmas Sampai Taman Bermain Anak-anak Terdampak
Penyebab Kenaikan Harga Emas Perhiasan Palembang
Naiknya harga emas perhiasan Palembang tentu saja mengikuti kenaikan harga emas dunia yang kini sudah menembus lebih dari 3600 dollar AS per ons.
Para pakar bahkan memprediksi harga emas dunia akan terus naik hingga mencapai 5000 dollar AS per ons.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Sepanjang Malam Berpotensi Guyur Sebagian Sumsel Jelang Akhir Pekan
Penyebabnya bisa berbagai faktor.
Termasuk meningkatnya risiko geopolitik, ekonomi, dan perdagangan global yang terus mendorong permintaan aset safe haven. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









