Kejar Target Akhir Tahun, Realisasi Pupuk Subsidi di Sumsel Capai 82 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatra Selatan mencatatkan progres positif dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Hingga pertengahan Desember 2025, serapan pupuk bagi petani di Bumi Sriwijaya telah menyentuh angka 82 persen dari total alokasi tahunan.
Meski belum menyentuh angka 100 persen di pengujung tahun, otoritas pertanian setempat menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh rendahnya minat petani, melainkan adanya kebijakan penambahan kuota di tengah jalan.
Kepala DPTPH Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memberikan tambahan alokasi yang cukup signifikan untuk wilayah Sumsel.
Pupuk jenis Urea mendapat tambahan 21 persen sehingga totalnya menjadi 165.000 ton, sementara jenis NPK melonjak 30 persen menjadi 203.000 ton.
"Jika merujuk pada kuota awal sebelum adanya penambahan, sebenarnya penyaluran kita sudah bisa mencapai 100 persen. Sekarang kami memiliki waktu sekitar dua pekan ke depan untuk mengoptimalkan sisa serapan tersebut," ujar Bambang, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2026, Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok hingga Rp200 Ribu per Suku
Data DPTPH menunjukkan adanya disparitas serapan yang cukup kontras antar kabupaten dan kota di Sumsel. Kota Prabumulih menjadi daerah paling progresif dengan realisasi penyaluran yang sudah mencapai 100 persen, disusul Lubuk Linggau (92,73%) dan lumbung pangan OKU Timur (89,12%).
Sebaliknya, Kota Palembang mencatatkan angka terendah dengan realisasi hanya 36 persen. Rendahnya serapan juga terlihat di Ogan Ilir (59,53%), Musi Rawas Utara (61%), dan Pagar Alam (63,5%).
Bambang menjelaskan, kendala teknis di lapangan menjadi faktor utama melambatnya penebusan pupuk di beberapa titik. Di Ogan Ilir misalnya, aktivitas pertanian terhambat oleh kondisi lahan yang masih tergenang air.
"Faktor alam seperti genangan air membuat petani menunda masa tanam, sehingga penebusan pupuk pun ikut tertunda. Selain itu, masalah administratif dokumen dan keterbatasan dana di tingkat petani juga masih menjadi tantangan yang kami temui," imbuhnya.
Kendati terdapat kendala di tingkat penebusan, Bambang menjamin rantai pasok pupuk subsidi di Sumatra Selatan dalam posisi stabil. Stok di level distributor hingga kios-kios pengecer dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani hingga tutup tahun.
"Kami tetap optimistis. Dengan sisa waktu yang ada, koordinasi dengan penyalur terus ditingkatkan agar sisa alokasi ini dapat terserap maksimal oleh petani yang membutuhkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








