Sumsel

Harga CPO Naik, Sumsel Raup Pajak dan Bea Keluar Rp39,42 Miliar pada Januari 2025

Maman Suparman | 1 Maret 2025, 19:00 WIB
Harga CPO Naik, Sumsel Raup Pajak dan Bea Keluar Rp39,42 Miliar pada Januari 2025

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah turut memberikan dampak positif terhadap kinerja penerimaan negara di Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak dan bea keluar di Sumsel pada Januari 2025 mencapai Rp39,42 miliar, didorong oleh peningkatan aktivitas ekspor CPO dan komoditas perkebunan lainnya seperti karet.

Kepala Seksi Penyelengdaraan Pembelajaran Balai Diklat Keuangan Palembang, Muhamad Octariyaddi, menjelaskan bahwa tren positif ini sejalan dengan implementasi sistem core tax yang mulai berlaku pada awal 2025.

"Penerimaan pajak di Sumsel tumbuh 27,9 persen pada Januari 2025, didorong oleh peningkatan setoran dari industri perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (1/3/2025).

Octariyaddi menambahkan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 27 persen dari total penerimaan pajak di Sumsel. Selain itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 81,4 persen.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Imbau Warga Sumsel Tak Konsumtif Saat Ramadan, Pastikan Stabilitas Harga dan THR Pekerja

"Kinerja pendapatan negara ini dipengaruhi oleh implementasi core tax, peningkatan kinerja layanan Badan Layanan Umum (BLU), serta kenaikan harga CPO," jelasnya.

Sementara itu, kinerja penerimaan bea cukai di Sumsel juga menunjukkan tren positif. Bea keluar yang terealisasi mencapai Rp39,42 miliar, dengan komoditas ekspor didominasi oleh CPO.

"Realisasi bea keluar tumbuh 335,97 persen secara tahunan, didorong oleh kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) CPO pada Januari 2025," kata Octariyaddi.

Kenaikan harga CPO ini tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel secara keseluruhan.

Sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet, menjadi tulang punggung perekonomian daerah, menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor terkait seperti transportasi, logistik, dan industri pengolahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia