Sumsel

Target 17 Ribu Rumah di Sumsel Terancam Sulit Tercapai, Ini Penyebabnya

Kurnia | 26 Oktober 2026, 20:00 WIB
Target 17 Ribu Rumah di Sumsel Terancam Sulit Tercapai, Ini Penyebabnya
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) menghadapi tantangan untuk mencapai target pembangunan 17 ribu unit rumah baru sepanjang 2026. Hingga Oktober, permintaan pasar yang melemah membuat target tersebut masih sulit direalisasikan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Sumsel, Zewwy Salim, mengatakan kondisi ekonomi yang belum stabil turut memengaruhi minat masyarakat untuk membeli rumah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada segmen menengah ke bawah, tetapi juga pasar perumahan komersial untuk kalangan menengah ke atas.

“Dari target awal di 2026 kita membangun 17 ribu unit perumahan baru. Hingga sekarang, Oktober, masih sulit karena permintaan juga turun. Berusaha optimistis di kondisi yang sebenarnya pesimistis,” ujar Zewwy saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Meski menghadapi perlambatan permintaan, REI Sumsel tetap berupaya mengejar target pembangunan hingga akhir tahun. Menurut Zewwy, pengembang masih berharap kondisi pasar dapat membaik sehingga realisasi pembangunan rumah bisa meningkat.

“Kami berusaha menepis keraguan. Kami tetap berusaha mengejar target pembangunan baru. Mudah-mudahan bisa,” katanya.

Selain target pembangunan rumah baru, REI Sumsel juga tetap mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Palembang Membaik Setelah Hujan

Program tersebut dijalankan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dengan tujuan mengurangi kekurangan kepemilikan rumah atau backlog serta memperbaiki rumah yang tidak layak huni.

Zewwy mengatakan, pihaknya terus berupaya menyinergikan program tersebut dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai target.

“Program tiga juta rumah ini juga masih kita jalankan. Kami tetap mengupayakan bersama para pemangku kepentingan dan bekerja keras agar bisa tercapai sepanjang kepemimpinan Prabowo Subianto,” ujarnya.

Di sisi lain, REI Sumsel melihat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wiraswasta memiliki potensi sebagai pasar properti. Sebagian masyarakat dari kelompok tersebut berminat membeli rumah sebagai investasi jangka panjang.

Namun, salah satu tantangan yang disoroti adalah akses pembiayaan melalui perbankan. Zewwy menilai masih terbatasnya bank yang memberikan kemudahan pembelian rumah bagi calon konsumen tanpa melampirkan bukti gaji menjadi kendala, terutama bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Menurutnya, skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik penghasilan pelaku usaha dapat membuka peluang bagi lebih banyak masyarakat untuk memiliki rumah.

Ia berharap perbankan dapat mengembangkan layanan pembiayaan properti yang lebih fleksibel dengan tetap mempertimbangkan kemampuan calon debitur. Langkah tersebut dinilai berpotensi memperluas pasar perumahan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia