Sumsel

Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap

Kurnia | 24 Oktober 2026, 17:47 WIB
Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
Ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Hujan yang mengguyur Kota Palembang setelah sekian lama dilanda cuaca panas disambut penuh syukur oleh masyarakat.

Turunnya hujan memberikan kesejukan di tengah kondisi udara yang sebelumnya terasa gerah akibat musim kemarau dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Bagi sebagian warga, hujan menjadi momen yang telah lama dinantikan. Selain membuat suhu udara terasa lebih sejuk, hujan juga menumbuhkan harapan agar kualitas udara di Palembang berangsur membaik di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bayu, warga Palembang, mengaku bersyukur dengan turunnya hujan setelah beberapa waktu terakhir merasakan cuaca panas.

Menurutnya, hujan membawa suasana yang lebih nyaman setelah aktivitas sehari-hari terasa terganggu oleh kondisi udara yang panas.

Baca Juga: Kasus ISPA Harian Palembang Berkurang 11 Kasus, Ini Kecamatan Tertinggi

"Alhamdulillah, akhirnya hujan juga. Setelah sekian lama panas, rasanya senang sekali. Udara jadi lebih sejuk dan mudah-mudahan bisa mengurangi kabut asap," ujar Bayu, Sabtu (24/10/2026).

Hal senada disampaikan Renggo. Ia berharap hujan yang turun dapat menjadi awal membaiknya kondisi lingkungan di Palembang, terutama setelah sejumlah daerah di Sumsel dilanda kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kondisi udara yang lebih bersih agar bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa terlalu khawatir terhadap dampak asap kebakaran.

"Senang sekali akhirnya turun hujan. Semoga hujannya bisa berlanjut dan kabut asap segera berkurang, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman," kata Renggo.

Turunnya hujan menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat, terutama ketika Sumsel masih menghadapi ancaman karhutla di sejumlah wilayah. Kebakaran di lahan gambut maupun mineral berpotensi menghasilkan asap yang terbawa angin hingga ke kawasan permukiman, termasuk Palembang.

Asap karhutla tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Hujan berpotensi membantu membasahi vegetasi dan lahan yang kering, sehingga dapat menekan risiko kebakaran di lokasi yang terdampak. Namun, efektivitasnya bergantung pada intensitas dan durasi hujan serta kondisi lahan, terutama di kawasan gambut yang dapat menyimpan bara api di bawah permukaan.

Masyarakat berharap hujan dapat turun lebih merata di wilayah yang mengalami kebakaran. Dengan demikian, dampak karhutla dan kabut asap yang dirasakan warga diharapkan berangsur mereda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia