Sumsel

Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Konglomerat Batu Bara

Septiyanti Dwi Cahyani | 29 September 2026, 07:00 WIB
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Konglomerat Batu Bara
Low Tuck Kwong, pendiri perusahaan batu bara Bayan Resources - Bayan Resources

AKURAT. CO SUMSEL - Forbes Real Time Billionares kembali memperbarui data daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada Minggu (27/9/2026).

Daftar tersebut masih diisi para konglomerat yang memiliki bisnis di berbagai sektor, terutama batu bara, energi, hingga perbankan.

Posisi teratas diisi oleh Low Tuck Kwong, pendiri perusahaan batu bara Bayan Resources.

Baca Juga: Ops Sikat I Musi 2026 Ungkap 18 Kasus 3C di Sumsel, 40 Orang Diamankan

Jumlah kekayaannya mencapai 16,8 miliar dolar AS atau senilai Rp300,72 triliun dengan kurs Rp17.900 dolar AS.

Jika dibandingkan dengan awal September, kekayaan Low tercatat menurun.

Pada awal bulan, kekayaan bersihnya mencapai 18,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 336,52 triliun.

Baca Juga: Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 28 Septemner 2026, Naik atau Turun?

Perubahan ini sejalan dengan sifat daftar Forbes Real-Time Billionaires yang nilainya dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan pembaruan aset yang dimiliki para miliarder.

Di bawah Low Tuck Kwang, ada sejumlah nama konglomerat besar lainnya seperti Prajogo Pangestu, Robert Budi Hartono, Anthony Salim, hingga pengusaha pusat data Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman. Berikut daftar lengkapnya:

Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Akhir September 2026

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1 Persen, Konflik AS-Iran Jadi Sorotan

1. Low Tuck Kwong

Merupakan pendiri perusahaan batu bara Bayan Resources dengan kekayaan mencapai 16,8 miliar dolar AS atau Rp300,72 triliun (kurs Rp17.900).

Forbes menjuluki Low sebagai "coal king" atau raja batu bara karena sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis tersebut.

Perusahaan Bayan Resources sendiri telah berdiri lebih dari 20 tahun lamanya sejak 2004.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sumsel Sepakati Perubahan APBD 2026 Rp9,53 Triliun

2. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu berada di posisi kedua dengan kekayaan mencapai 15,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 281,03 triliun.

Forbes mencatat sumber kekayaan Prajogo berasal dari berbagai sektor usaha.

Mulai dari perusahaan petrokimia Chandra Asri hingga bisnis batu bara dan energi terbarukan Petrindo Jaya Kreasi dan Barito Renewables Energy.

Baca Juga: Atap Alkan di Toko Palembang Tiba-tiba Hilang, Korban Cek CCTV dan Ungkap Aksi Pencurian

3. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono menempati posisi ketiga dengan kekayaan mencapai 15,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 277,45 triliun.

Budi Hartono dan saudaranya, Michael Hartono, memperoleh sebagian besar kekayaan dari kepemilikan mereka di Bank Central Asia (BCA).

Keluarga Hartono sebelumnya membangun kekayaan melalui bisnis rokok Djarum.

Namun, bisnis keluarga Hartono kini semakin terdiversifikasi. Selain BCA dan Djarum, keluarga tersebut memiliki Global Digital Niaga, perusahaan yang menaungi platform e-commerce Blibli.

Baca Juga: Herdman Minta SUGBK Jadi Neraka untuk Malaysia, Suporter Timnas Indonesia Punya Peran Penting

4. Anthony Salim

Anthony Salim berada di posisi keempat dengan kekayaan mencapai 10,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 191,53 triliun.

Salim merupakan pimpinan Salim Group yang memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.

Ia juga menjabat sebagai CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia.

Forbes mencatat Salim Group memiliki kepentingan di First Pacific yang terdaftar di Hong Kong, dengan investasi antara lain di Indofood dan perusahaan telekomunikasi Filipina PLDT.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina, Vivo, BP dan Shell di Indonesia Akhir September 2026

5. Tahir dan keluarga

Tahir dan keluarga berada di posisi kelima dengan kekayaan mencapai 9,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 168,26 triliun.

Kekayaan tersebut berasal dari bisnis Mayapada Group yang bergerak di bidang perbankan, kesehatan, media, dan properti.

Forbes mencatat keluarga Tahir memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia.

Tahir juga memiliki sejumlah properti di Singapura melalui perusahaan properti yang tercatat di bursa negara tersebut.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh

6. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia menempati posisi keenam dengan kekayaan mencapai 8,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 155,73 triliun.

Lohia merupakan pengusaha yang membangun kekayaannya melalui industri petrokimia.

Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pupuk dan polimer. Bersama ayahnya, ia mendirikan Indorama Corp pada 1970-an yang awalnya bergerak sebagai produsen benang pintal.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?

7. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri berada di posisi ketujuh dengan kekayaan mencapai 8,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 144,99 triliun.

Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk.

Otto merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO DCI Indonesia yang didirikan pada 2011.

Sebelum membangun DCI Indonesia, Otto mendirikan Sigma Cipta Caraka pada 1989.

Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi Telkom Indonesia dan dikenal sebagai Telkomsigma. Otto juga ikut mendirikan Indonet, salah satu perusahaan penyedia jasa internet pertama di Indonesia.

Bisnis pusat data menjadi salah satu sektor yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi dan teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga: Senin Kelabu, 13 Daerah di Sumsel Diprediksi Hujan Siang Ini

8. Marina Budiman

Marina Budiman berada di posisi kedelapan dengan kekayaan mencapai 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103,82 triliun.

Marina merupakan salah satu pendiri sekaligus presiden komisaris DCI Indonesia.

Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011.

Sebelum masuk ke bisnis pusat data, Marina bekerja bersama Otto Sugiri di Bank Bali dan kemudian bergabung dengan perusahaan teknologi Sigma Cipta Caraka.

Pada 1994, Marina juga ikut mendirikan Indonet yang disebut Forbes sebagai salah satu penyedia layanan internet pertama di Indonesia.

Baca Juga: Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menempati posisi kesembilan dengan kekayaan mencapai 4,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 85,92 triliun.

Keluarga Lim memiliki mayoritas saham perusahaan perkebunan kelapa sawit Bumitama Agri yang tercatat di Singapura, dengan perkebunan berada di Indonesia.

Keluarga tersebut juga memiliki Harita Group yang bergerak di sejumlah sektor, termasuk pertambangan bauksit dan pengolahan nikel.

Baca Juga: Angka Buta Huruf Lansia di Sumsel Tahun 2025 Capai 5,61 Persen, Perempuan Lebih Tinggi

10. Theodore Rachmat

Theodore Rachmat berada di posisi ke-10 dengan kekayaan mencapai 4,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 82,34 triliun.

Rachmat merupakan pendiri Triputra Group yang didirikan pada 1998.

Kelompok usaha tersebut memiliki bisnis di sektor pertanian, manufaktur, dan pertambangan.

Ia juga memiliki saham minoritas di perusahaan batu bara Alamtri Resources Indonesia, yang sebelumnya bernama Adaro Energy. Rachmat menjabat sebagai wakil komisaris utama perusahaan tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.