Sumsel

Angka Buta Huruf Lansia di Sumsel Tahun 2025 Capai 5,61 Persen, Perempuan Lebih Tinggi

Kurnia | 26 September 2026, 22:00 WIB
Angka Buta Huruf Lansia di Sumsel Tahun 2025 Capai 5,61 Persen, Perempuan Lebih Tinggi

AKURAT.CO SUMSEL Angka buta huruf pada penduduk lanjut usia (lansia) di Sumatera Selatan masih tercatat 5,61 persen pada 2025.

Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan angka buta huruf antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Di daerah perkotaan, persentase lansia yang mengalami buta huruf tercatat 3,26 persen.

Sementara itu, angka buta huruf lansia di wilayah pedesaan lebih tinggi, yakni mencapai 7 persen.

Perbedaan juga terlihat berdasarkan jenis kelamin. Persentase lansia perempuan yang buta huruf mencapai 8,18 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan lansia laki-laki yang tercatat sebesar 2,90 persen.

Kemampuan membaca, menulis huruf Latin dan berhitung sederhana menjadi bagian penting dalam pendidikan dasar.

Keterampilan tersebut umumnya mulai diperkenalkan sejak jenjang awal sekolah dasar.

Baca Juga: Hari Kedua Operasi Sikat I Musi 2026, Polisi Ungkap 64 Kasus dan Tangkap 67 Tersangka

Kemampuan dasar itu juga menjadi salah satu modal untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan lainnya.

Karena itu, angka buta huruf dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat kondisi pendidikan masyarakat, termasuk kelompok lansia.

Tingginya angka buta huruf pada lansia perempuan dibandingkan laki-laki juga berkaitan dengan kondisi sosial dan budaya pada masa ketika kelompok tersebut berada di usia sekolah.

Pada periode tersebut, akses pendidikan bagi perempuan di sejumlah wilayah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi itu turut memengaruhi tingkat kemampuan baca tulis pada kelompok lansia saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia