Beras Fortifikasi Vs Beras Biasa, Mana yang Lebih Sehat?

AKURAT. CO SUMSEL - Belakangan ini masyarakat dibuat heboh dengan temuan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait beras fortifikasi diduga palsu alias abal-abal.
Pemerintah menemukan sejumlah produk yang mengklaim sebagai beras fortifikasi, tetapi kandungan zat gizinya disebut tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
Masalahnya, bukan hanya soal kandungan gizi yang tidak sesuai, tetapi juga dari segi harga yang cenderung terlalu mahal.
Baca Juga: BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
Dalam temuan Kementan, satu kilogram beras fortifikasi dijual berbeda-beda mulai dari Rp25000-Rp57000.
Sementara harga aslinya hanya sekitar 13000 per kilogram.
Pemerintah memperkirakan praktik dugaan penipuan ini berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Baca Juga: 1.001 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel dalam 24 Jam, OKI Terbanyak
Kementan menyatakan akan menarik produk yang terbukti tidak memenuhi syarat dari pasaran, mencabut izin, dan memprosesnya.
Lantas, apa itu beras fortifikasi dan apa bedanya dengan beras biasa?
Beras Biasa Vs Beras Fortifikasi
Secara umum, beras biasa dan beras fortifikasi sama-sama berasal dari beras yang menjadi bahan pangan pokok.
Baca Juga: Lansia Perempuan di Sumsel Dominan Mengurus Rumah Tangga, Capai 78,53 Persen
Perbedaan utamanya terletak pada kandungan zat gizi tambahan.
Beras biasa memiliki kandungan zat gizi yang berasal dari beras itu sendiri. Kandungannya dipengaruhi oleh jenis beras serta proses penggilingan dan pengolahan yang dilakukan.
Sementara itu, beras fortifikasi mendapatkan tambahan zat gizi tertentu melalui proses fortifikasi.
Baca Juga: Hotel Bintang 1 di Sumsel Catat Lonjakan Tamu Hampir 100 Persen pada 2025
Pada proses tersebut, beras dicampurkan dengan kernel beras fortifikan.
Bentuk kernel dibuat menyerupai butiran beras dan telah diperkaya dengan vitamin serta mineral.
Kernel tersebut kemudian dicampurkan dengan beras sosoh dengan proporsi tertentu.
Baca Juga: Sumsel Dapat Tambahan 2 Helikopter Water Bombing, Total Jadi 6 Unit
Proses pencampuran dilakukan secara merata agar zat gizi tambahan dapat tersebar dalam produk.
Dengan demikian, perbedaan utama keduanya bukan terletak pada bentuk nasi setelah dimasak, melainkan pada adanya tambahan vitamin dan mineral yang telah ditetapkan dalam standar beras fortifikasi.
Zat Gizi Tambahan dalam Beras Fortifikasi
Tambahan zat gizi menjadi salah satu pembeda utama beras fortifikasi.
Baca Juga: Malam Minggu, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat
Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, harusnya mengandung vitamin B1yang ditetapkan minimal 0,25 mg.
Asam folat berada pada kisaran 0,25 hingga 0,38 mg, vitamin B12 sebesar 1 hingga 1,5 mcg, zat besi 3,50 hingga 5,25 mg dan seng 3 hingga 4,5 mg.
Tambahan vitamin dan mineral pada beras fortifikasi ditujukan untuk membantu meningkatkan asupan zat gizi mikro melalui pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Baca Juga: DPRD Sumsel Soroti Beras Fortifikasi, Warga Diminta Cermat Cek Label Kemasan
Mana yang Lebih Sehat?
Beras fortifikasi memiliki nilai tambah berupa tambahan vitamin dan mineral yang ditujukan untuk membantu meningkatkan asupan mikronutrien dan menekan risiko kekurangan zat gizi mikro.
Namun, beras biasa juga tetap dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Tidak adanya tambahan vitamin dan mineral melalui proses fortifikasi tidak serta-merta membuat beras biasa menjadi pangan yang tidak sehat.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Demokrasi Bisa Dibajak: Modal Besar hingga Buzzer Jadi Sorotan
Pilihan beras fortifikasi dapat menjadi salah satu cara mendapatkan tambahan vitamin dan mineral melalui pangan pokok.
Namun, manfaatnya tetap perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan pola makan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
- 2PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Daftar Tanggal Merah 2027: Ada Potensi Libur Panjang hingga 10 Hari Berturut-turut
- 4Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini Usai Sepekan Stagnan
- 65 Fakta Menarik Film Istimewa, Sejarah Baru Layar Lebar Indonesia dengan Tema Inklusivitas
- 7Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 8Ramalan Zodiak Libra Akhir Pekan: Romansa Jadi Sorotan, Saatnya Lebih Terbuka pada Perasaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






