Sumsel

1.001 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel dalam 24 Jam, OKI Terbanyak

Kurnia | 19 September 2026, 21:00 WIB
1.001 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel dalam 24 Jam, OKI Terbanyak
1.001 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel dalam 24 Jam, OKI Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 1.001 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu, 19 September 2026.

Data tersebut tercatat dalam pemantauan SiPongi+ yang diperbarui pada pukul 18.07 WIB. Sebaran hotspot terdapat di sejumlah kabupaten di Sumsel.

Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 308 titik. Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin (Muba) dengan 270 titik.

Kemudian Banyuasin tercatat memiliki 156 titik panas, disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 99 titik dan Muara Enim sebanyak 89 titik.

Sementara itu, sejumlah daerah lainnya juga terdeteksi memiliki hotspot, meski jumlahnya lebih sedikit.

Musi Rawas tercatat sebanyak 23 titik, Lahat 22 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 14 titik, dan Ogan Komering Ulu (OKU) 10 titik.

Selanjutnya, Ogan Ilir memiliki 4 titik panas, sedangkan Empat Lawang, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) masing-masing terdeteksi 2 titik.

Baca Juga: Malam Minggu, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat

Dari data tersebut, hotspot paling banyak terkonsentrasi di wilayah OKI dan Muba. Kedua daerah itu menyumbang lebih dari separuh dari total titik panas yang terdeteksi dalam periode pemantauan 24 jam terakhir.

Pemantauan hotspot menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, keberadaan titik panas perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi di lapangan untuk memastikan apakah benar merupakan peristiwa kebakaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia