Sumsel

Viral! Emak-emak di Sumsel Ngamuk Hancurkan Jalan Beton, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

Deni Hermawan | 18 Oktober 2024, 18:30 WIB
Viral! Emak-emak di Sumsel Ngamuk Hancurkan Jalan Beton, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah kejadian tak biasa menghebohkan warga Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Seorang emak-emak bernama Ibu Wati nekat merusak jalan beton yang baru saja dibangun di desanya. Aksinya viral di media sosial sejak Kamis (17/10/2024), memicu berbagai reaksi dari netizen.

Dalam video yang beredar, Ibu Wati terlihat marah besar sambil memukulkan godam ke jalan desa yang melintasi tanah miliknya. Tak puas dengan hasilnya, ia kemudian mengambil linggis dan dengan penuh semangat membongkar jalan cor beton tersebut.

“Ini tanah milik saya! Mereka tidak pernah izin kepada saya,” ujarnya berulang kali dalam bahasa lokal, menunjukkan kekecewaannya.

Aksi dramatis ini dilakukan di dekat area persawahan yang berada di desanya. Meski terlihat nekat, Ibu Wati akhirnya buka suara menjelaskan alasannya.

Menurutnya, meskipun jalan tersebut sudah ada sejak lama, ia merasa tidak diberi tahu terkait proyek perbaikan yang dilakukan.

Baca Juga: Upaya Padamkan Karhutla di Sumsel Terus Berlanjut, Ratusan Kali Water Bombing Dilakukan

“Sebenarnya jalan itu sudah ada sejak lama, namun saya tidak pernah diberi informasi bahwa akan ada perbaikan. Tanah tersebut merupakan wakaf dari keluarga kami, jadi seharusnya meminta izin terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Karang, Taufik, membantah klaim Ibu Wati. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut sudah menjadi akses umum sejak zaman nenek moyang mereka dan bukan tanah pribadi.

“Jalan itu sudah ada sejak lama, bahkan sebelum Ibu Wati lahir. Tanah tersebut adalah wakaf dari keluarganya, dan tidak ada yang mempersoalkan pembangunan jalan ini. Justru, semua warga merasa senang karena jalan diperbaiki untuk kepentingan bersama,” jelasnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto