Viral Dugaan Malpraktek Oleh Oknum Bidan Sekaligus Lurah di Prabumulih Sumsel Terus Diselidiki

AKURAT.CO SUMSEL Viral di jagat maya dugaan malpraktek yang diduga dilakukan oknum bidan berinisial ZN di Prabumulih Sumsel, hingga mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia.
Viralnya kasus ini menjadikan sejumlah pemangku kepentingan mulai dari inspektorat, Dinas Kesehatan Prabumulih dan Dinkes Sumsel, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta aparat kepolisian setempat melakukan penyelidikan.
Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman menyampaikan bahwa pihaknya bersama instansi terkait lainnya saat ini sedang melakukan investigasi terkait kejadian itu.
"Saya belum bisa menjelaskan, kami masih menunggu hasil pemeriksaan Dinkes Prabumulih terhadap oknum bidan tersebut," katanya, dikonfirmasi Akurat.co Sumsel, Sabtu (4/5/2024).
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto saat dihubungi menyebut belum menerima laporan dari Polres setempat terkait hal ini.
"Saya belum menerima laporan dari Polres Prabumulih, nanti akan kita dalami dulu kebenarannya apakah memang ada dugaan malpraktik atau tidak," singkatnya.
Diketahui, kasus dugaan malpraktek ini mencuat pertama kali setelah adanya postingan dari salah satu akun Instagram @voltcyber_v2 yang memposting adanya seorang pasien yang meninggal dunia diduga setelah berobat dengan oknum bidan ZN.
Dalam unggahan tersebut, akun @voltcyber_v2 mengungkapkan awal mula kronologis kejadian yang berawal pada tanggal 23 November 2023 lalu. Dimana ada seorang pasien mengeluhkan sakit maag yang kemudian dibawa berobat ke oknum bidan ZN.
Oknum bidan menyarankan agar pasien itu dirawat ditempat prakteknya selama kurang lebih satu minggu tanpa ada cek laboratorium dan cek citiscan, lalu oknum bidan itu juga diduga memberikan suntikan obat-obatan.
Tetapi saat keluarga pasien menanyakan terkait obat apa yang diberikan itu oknum bidan mengatakan obat itu aman dan sudah sesuai resep.
Seminggu dirawat pasien yang pulang ternyata penyakitnya makin parah. Akhirnya, oknum bidan itu datang lagi ke rumah pasien, untuk memberikan suntikan beragam obat ke tubuh pasien.
Namun tetap saja tak ada perubahan malah semakin parah sehingga pihak keluarga memutuskan untuk tidak berobat lagi ke oknum bidan tersebut.
Saat keluarga mencoba berobat mandiri ke rumah sakit ternyata ginjal pasien yang sebelumnya sehat mengalami pembengkakan dan di vonis harus cuci darah, setelah pasien cuci darah sebanyak enam kali pasien meninggal dunia pada tanggal 22 Januari 2024. (Deni Kurniawan)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







