BPKN Bakal Panggil Dirut Aqua Buntut Temuan Dugaan Sumber Air Produksi dari Sumur Bor

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dikabarkan siap memanggil pihak manajemen dan Direktur utama PT Tirta Investama.
PT Tirta Investama merupakan produsen air minum kemasan merek Aqua yang kini sedang ramai menjadi perbincangan warganet.
Yakni terkait temuan dugaan sumber air produksi yang digunakan berasal dari sumur bor atu air tanah dan bukan air pegunungan seperti yang diklaim dalam iklannya.
Baca Juga: Dua Pemuda di Muratara Ditangkap Saat Transaksi Narkoba di Pondok Sawit, Polisi Sita 10 Paket Sabu
Ketua BPKN RI Mufti Mubarok mengatakan, panggilan yang dilayangkan terhadap pihak manajemen dan Dirut PT Tirta Investama ini bertujuan untuk meminta klarifikasi resmi terkait sumber air yang digunakan dalam produksi Aqua.
Rencana pemanggilan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan bahwa sumber air yang digunakan dalam produksi berasal dari sumur bor atau air tanah dan bukan dari mata air pegunungan sebagaimana diklaim dalam iklan produk mereka selama ini.
Lebih lanjut, Mufti mengatakan bahwa lembaganya telah menerima berbagai laporan dan pemberitaan publik mengenai hal tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Terpantau Stabil, Kembali Menjauh dari Angka Rp14 Juta per Suku
Maka dari itu, BPKN RI pun mengambil langkah tegas untuk memastikan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Mufti menyebut, jika terbukti klaim di iklan berbeda dengan fakta di lapangan, maka itu termasuk pelanggaran prinsip kejujuran dalam beriklan dan BPKN akan menindaklanjuti ini secara transparan serta sesuai dengan ketentuan hukum.
Ke depannya, BPKN akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perindustrian untuk memeriksa izin sumber air dan memastikan tidak ada pelanggaran terhadap standar mutu air minum dalam kemasan (AMDK).
Baca Juga: Realme GT8 Resmi Diluncurkan di Tiongkok, Usung Kolaborasi Kamera dengan Ricoh
Video KDM Sidak Viral
Isu dugaan sumber air produksi Aqua berasal dari sumur bor ini mencuat usai video KDM melakukan sidak ke salah satu pabrik produksi Aqua yang ada di Kabupaten Subang, Jawa Barat viral di media sosial.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan pada Senin (20/10/2025) oleh Gubernur Jawa Barat itu ditemukan fakta mengejutkan.
Baca Juga: OJK Buka Kanal Aduan 157, Pastikan Masalah SLIK Tak Hambat KPR Bersubsidi
Yakni terkait sumber air produksi pabrik tersebut yang ternyata berasal dari sumur bor sedalam sekitar 100-130 meter.
Saat sidak, pihak perusahaan menjelaskan bahwa air yang digunakan untuk produksi Aqua bukan berasal dari permukaan sungai atau aliran mata air pegunungan, tetapi dari pipa tekanan tinggi yang mengambil air tanah melalui pengeboran dalam.
Lebih jauh, terungkap bahwa ternyata pabrik tersebut mengambil air sebanyak sekitar 2,8 juta liter per hari untuk produksi.
Baca Juga: Umbut Bambu, Sajian Tradisional Kaya Rasa yang Mulai Langka di Meja Makan
Hal ini tentu saja meningkatkan kekhawatiran terkait dampak pengambilan air tanah secara besar-besaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Mulai dari potensi penurunan muka tanah, gangguan pasokan air bersih bagi warga lokal, hingga risiko longsor atau perubahan struktur geologi.
Dedi Mulyadi pun menegaskan, jika perusahaan terus beroperasi tanpa memperhatikan izin pengambilan air dan dampak lingkungan, maka harus ada peninjauan ulang terhadap izin operasinya.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan 10, Dibuka dengan Kemenangan PSIM Jogja atas Dewa United
Klarifikasi Pihak Aqua
Merespon isu yang beredar di masyarakat, pihak Aqua pun melakukan klarifikasi secara tertulis lewat website resmi mereka di laman sehataqua.co.id.
Dalam klarifikasi tersebut, Aqua membantah isu sumber air produksi berasal dari sumur bor.
Baca Juga: Kabar Gembira! Tunjangan Guru Honorer Naik Jadi Ribu per Bulan Mulai 2026
Aqua menyatakan jika mereka menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan.
Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad.
Sebagian titik sumber juga bersifat self-flowing (mengalir alami).
Kendati sudah memberikan klarifikasi resminya, namun sepertinya sebagian warganet mulai kehilangan kepercayaan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







