Sumsel

Wisata Religi Palembang Selain Masjid, Cocok Jadi Destinasi Ngabuburit Saat Ramadan

Septiyanti Dwi Cahyani | 19 Februari 2026, 07:00 WIB
Wisata Religi Palembang Selain Masjid, Cocok Jadi Destinasi Ngabuburit Saat Ramadan

AKURAT. CO SUMSEL - Kota Palembang terkenal dengan kekayaan wisata alam, budaya, dan sejarahnya.

Termasuk sejarah peradaban dan perkembangan Islam dari masa ke masa.

Berikut adalah beberapa rekomendasi wisata religi Palembang selain masjid yang wajib dikunjungi saat Anda bertandang ke Bumi Pempek, bisa juga jadi destinasi ngabuburit saat bulan Ramadan. 

Baca Juga: Diduga Direkam Saat Mandi dan Videonya Disebar, Perempuan di Palembang Lapor Polisi

1. Bayt Al Quran Al Akbar

Bayt Al Quran Al-Akbar atau juga dikenal Al Quran Raksasa merupakan situs wisata religi terkenal di Kota Palembang.

Museum Al Quran terbesar di dunia ini terletak di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang.

Baca Juga: Viral Pemuda Sumsel Minta Dipulangkan dari Kamboja, Gubernur Gerak Cepat Telusuri

Di dalamnya, terdapat 30 juz ayat suci Al Quran yang diukir dengan ukiran khas Palembang dalam lembaran kayu.

Eisata religi ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti Food Court, Bioskop mini, Arena Edukasi Panahan dll.

Museum buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Bagi anak-anak, tiket masuknya dipatok dengan harga Rp15.000 dan Rp20.000 untuk orang dewasa.

Baca Juga: Bidik Kebangkitan di Kandang, Sumsel United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Pemuncak Klasemen

2. Kampung Al Munawar

Berlokasi di Munawar, Lr. Al Haddad No 13, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Kampung Al Munawar menjadi salah satu destinasi wisata religi Palembang yang menarik cukup banyak pengunjung.

Di dalamnya terdapat 30 kepala keluarga keturunan bangsa Arab dari berbagai marga, seperti Assegaf, Al Habsy, Al-Kaaf, Hasny, Syahab dan lain-lain.

Baca Juga: Viral Pemuda Sumsel Minta Dipulangkan dari Kamboja, Gubernur Gerak Cepat Telusuri

Salah satu daya tarik Kampung Arab Al Munawar adalah bangunan rumah-rumahnya yang kokoh, 8 dari 17 rumah di kampung ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena usianya mencapai 300 tahun.

Setiap rumah memiliki desain ornamem Timur Tengah atau pengaruh Eropa yang masih asli dan klasik dengan ciri khas rumah panggung berlantai marmer dan bermotif tradisional.

Terdapat pula kubah ala Turki yang ditempatkan menghadap Sungai Musi untuk menambah kesan Timur Tengah.

Baca Juga: Operasi Sikat Musi 2026 Berhasil, Warga IB I Palembang Sukarela Serahkan Senpi Rakitan

Kawasan ini buka setiap hari, kecuali di hari Jumat buka mulai pukul 8.30 WIB sampai 17.00 WIB.

3. Kompleks Pemakaman Ki Gede Ing Suro

Ki Gede Ing Suro dikenal sebagai salah satu pendiri Kesultanan Palembang Darussalam.

Baca Juga: Distribusi Terhambat, Target Produksi Batu Bara Sumsel Terancam Tak Tercapai

Peninggalannya berupa kitab suci, cerita lisan, seni rupa tradisional dan makam yang dijadikan cagar budaya.

Makam Ki Gede Ing Suro berlokasi di Jalan Ratu Sianum, Lorong H. Umar, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. 

4. Situs Kawah Tengkurep

Baca Juga: Purbaya Sebut THR ASN Cair Awal Ramadan, Berikut Estimasi Besaran Nominal dan Komponennya

Situs lainnya yang menjadi kunjungan wisata religi yaitu makam Kawah Tengkurep.

Makam ini didirikan pada tahun 1728 selama pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I atau Wikramo.

Nama "Kawah Tengkurep" berasal dari struktur atap cungkup yang menyerupai kawah dan posisinya yang menengkurap, sesuai dengan bahasa Palembang.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.