Sumsel

Badai Tropis Senyar Punah, BMKG Pastikan Sumsel 'Aman' dari Dampak Langsung

Maman Suparman | 2 Desember 2025, 20:00 WIB
Badai Tropis Senyar Punah, BMKG Pastikan Sumsel 'Aman' dari Dampak Langsung

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengumumkan kabar baik terkait dampak Badai Tropis Senyar yang sebelumnya memicu bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut BMKG, badai tersebut kini telah melemah dan tidak aktif lagi, sehingga wilayah Sumsel dipastikan aman dari pengaruh badai tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa dampak Badai Tropis Senyar sudah tidak perlu dikhawatirkan di Sumsel.

"Saat ini dampak Siklon Tropis Senyar sudah melemah dan punah, sehingga dipastikan wilayah Sumsel aman dari dampak bencana banjir atau longsor yang dipicu oleh siklon tropis senyar," ujar Siswanto, Selasa (2/12/2025). 

Meskipun ancaman Badai Senyar telah hilang, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Siswanto menekankan bahwa periode saat ini hingga awal tahun depan merupakan puncak musim penghujan di Sumsel.

Baca Juga: Diluncurkan Januari 2026, Pemprov Sumsel Siapkan 84 Rumah Sakit untuk Program 'Road to Health Tourism'

"Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap perubahan cuaca saat ini. Karena Sumsel di bulan Desember 2025 hingga memasuki awal tahun 2026 berada pada puncak musim penghujan," ungkapnya.

Untuk memitigasi risiko, masyarakat diminta proaktif dalam menjaga lingkungan sekitar. BMKG mengimbau warga untuk memastikan drainase, selokan, dan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat oleh sampah agar aliran air hujan lancar dan mencegah genangan atau banjir lokal.

"Serta mengurangi aktivitas di bantaran sungai saat curah hujan tinggi karena potensi luapan air yang tiba-tiba," tambahnya.

BMKG juga menegaskan pentingnya masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

"Kewaspadaan masyarakat hendaknya dapat dilakukan dengan cara terus mendapatkan update informasi cuaca yang bersumber resmi dari BMKG," tutup Siswanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia