Sumsel

Hotspot Sumsel Anjlok Drastis, OKI yang Sering Jadi Langganan Karhutla Kini Nihil Titik Panas

Kurnia | 5 November 2026, 17:30 WIB
Hotspot Sumsel Anjlok Drastis, OKI yang Sering Jadi Langganan Karhutla Kini Nihil Titik Panas
Hotspot Sumsel Anjlok Drastis, OKI yang Sering Jadi Langganan Karhutla Kini Nihil Titik Panas

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan drastis. Jika sehari sebelumnya terdeteksi 244 titik, kini jumlahnya tersisa enam titik berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu (4/11/2026).

Penurunan ini menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Terlebih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang selama ini kerap menjadi daerah dengan sebaran hotspot terbanyak kini tercatat nihil titik panas.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, membenarkan penurunan tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca dan upaya pemadaman yang dilakukan tim di lapangan turut memengaruhi berkurangnya jumlah hotspot.

"Hanya terdeteksi 6 titik panas di Sumsel. Jumlah ini turun sangat jauh dibanding hari sebelumnya yang sempat menyentuh 244 titik," ujar Sudirman, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan sebarannya, enam hotspot tersebut terpantau di empat wilayah. Kabupaten Lahat dan Ogan Komering Ulu (OKU) masing-masing mencatat dua titik panas.

Sementara itu, satu titik lainnya terdeteksi di Muara Enim dan satu titik di Musi Banyuasin (Muba).

Sudirman menjelaskan, penurunan jumlah hotspot tidak terlepas dari hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Sumsel.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menandakan seluruh wilayah telah bebas dari karhutla. Sebab, masih ada kemungkinan titik api yang tidak terpantau oleh satelit.

Baca Juga: Ratu Dewa Sidak Rapat Kampung Bersinar, Minta Kepala OPD Turun Langsung Perangi Narkoba

"Ada hujan yang terjadi di sejumlah wilayah sehingga membuat hotspot menurun. Meski begitu, karhutla tetap ada, hanya saja mungkin tidak terpantau satelit," katanya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, BPBD Sumsel berencana melakukan patroli udara ke sejumlah wilayah yang sebelumnya kerap terpantau memiliki titik panas.

"Hari ini kita akan patroli melalui udara untuk memastikan nihilnya hotspot di beberapa wilayah yang biasa terpantau titik panas," sambungnya.

Berdasarkan akumulasi data 1-4 November 2026, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 404 titik. Sementara sepanjang Januari hingga 4 November 2026, total titik panas yang terdeteksi mencapai 92.795 titik.

Oktober menjadi bulan dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni sebanyak 43.284 titik.

Sudirman memastikan tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Kesiapsiagaan tersebut mengikuti status siaga darurat karhutla Sumsel yang berlaku hingga 30 November 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia