Sumsel

Produksi Padi Sumsel Capai 3,28 Juta Ton hingga September 2026, Naik 2,91 Persen

Kurnia | 3 November 2026, 21:00 WIB
Produksi Padi Sumsel Capai 3,28 Juta Ton hingga September 2026, Naik 2,91 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Produksi padi di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai sekitar 3,28 juta ton gabah kering giling (GKG) selama Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan, peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen padi di wilayah Sumsel.

Berdasarkan penghitungan Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi Sumsel selama Januari–September 2026 mencapai 578.760 hektare.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 562.310 hektare. Sementara pada 2024, luas panen padi Sumsel berada di angka 456.200 hektare.

"Di 2026 dari Januari hingga September, luas panen mencapai 578,76 ribu hektare atau masih positif mengalami kenaikan sebesar 2,93 persen," ujar Wahyu, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Herman Deru Pastikan Pemutihan Pajak Kendaraan Sumsel 2026 Tidak Diperpanjang, Ini Alasannya

Menurut Wahyu, peningkatan luas panen terjadi meskipun sektor pertanian menghadapi tekanan cuaca panas. Salah satu faktor yang turut mendukung capaian tersebut adalah program pemerintah, termasuk pencetakan sawah baru.

"Kita ketahui memang di tengah tekanan cuaca panas, tetapi ada program-program cetak sawah yang memberikan kinerja positif dari Januari hingga September 2026," katanya.

Bertambahnya luas panen tersebut turut mendorong kenaikan produksi padi. Berdasarkan angka sementara BPS, produksi padi Sumsel selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 3,28 juta ton GKG.

Jumlah itu bertambah sekitar 90 ribu ton atau 0,09 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan pertumbuhan sebesar 2,91 persen.

Setelah dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Sumsel diperkirakan mencapai 1,88 juta ton selama Januari–September 2026.

Produksi beras tersebut juga mengalami kenaikan 2,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia