Sumsel

Delapan Helikopter Dikerahkan Tangani Karhutla Sumsel, OKI Catat Hotspot Terbanyak

Kurnia | 9 Oktober 2026, 19:00 WIB
Delapan Helikopter Dikerahkan Tangani Karhutla Sumsel, OKI Catat Hotspot Terbanyak
Ilustrasi Helikopter Water Bombing - Akurat

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengerahkan delapan helikopter untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi prioritas pemadaman karena tercatat memiliki jumlah titik panas terbanyak di Sumsel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, mengatakan delapan helikopter tersebut terdiri dari empat unit bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan empat unit dukungan mitra Asia Pulp & Paper (APP).

Menurut Iqbal, empat helikopter dari mitra APP telah menjalankan operasi water bombing atau pemadaman menggunakan siraman air dari udara. Operasi dilakukan di kawasan Sungai Ceper, Sungai Batang, dan sejumlah wilayah di OKI.

"Hari ini helikopter dari mitra APP sudah terbang semua, empat unit. Pemadaman dilakukan di wilayah Sungai Ceper dan Sungai Batang serta sejumlah wilayah di OKI," kata Iqbal, Jumat (9/10/2026).

Sementara itu, empat helikopter BNPB masih bersiaga karena jarak pandang belum memenuhi kondisi yang dibutuhkan untuk penerbangan. Saat itu, jarak pandang dilaporkan berada di bawah 1.000 meter.

BPBD Sumsel terus memantau kondisi cuaca untuk menentukan waktu penerbangan. Selain helikopter pemadam, satu helikopter disiapkan untuk patroli udara dan satu unit lainnya untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca masih menunggu pertumbuhan awan yang sesuai serta rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: El Nino Berpotensi Picu Kenaikan Harga Pangan, TPID Sumsel Gencarkan Operasi Pasar

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel, terdapat 3.311 titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.063 titik terdeteksi di Kabupaten OKI.

Iqbal mengatakan, penanganan karhutla di OKI menjadi prioritas karena kebakaran di wilayah tersebut turut berdampak pada kualitas udara di Palembang. Asap dari lokasi kebakaran terbawa angin hingga mencapai ibu kota Sumsel.

"Karena itu, dalam penanganan karhutla ini, fokus kita di OKI," ujarnya.

Pemadaman di darat melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya. Petugas dikerahkan ke sejumlah lokasi kebakaran, termasuk Kecamatan Cengal, OKI.

Dukungan helikopter dari mitra APP juga difokuskan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Selain itu, penambahan personel TNI dan Polri dilakukan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Baca Juga: Curi Motor Rekan Kerja di PS Mall Palembang, RA Ditangkap Polisi

Iqbal menjelaskan, upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, lahan gambut, serta terbatasnya sumber air.

Kondisi lahan yang sangat kering setelah lebih dari tiga bulan tanpa hujan membuat penanganan kebakaran semakin sulit.

"Di OKI banyak lahan gambut, lokasinya sulit dijangkau. Sumber air juga menjadi kendala karena sudah lebih dari tiga bulan tidak ada hujan sehingga kondisi lahan sangat kering," katanya.

BPBD Sumsel terus mengoptimalkan operasi udara dan darat untuk mengendalikan kebakaran. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran api sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, terutama di Palembang dan wilayah sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia