Sumsel

Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi

Septiyanti Dwi Cahyani | 7 Oktober 2026, 21:00 WIB
Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
Ilustrasi karhutla.

AKURAT. CO SUMSEL - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap daftar perusahaan yang wilayah konsesinya terdapat titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 September hingga 2 Oktober 2026.

Berdasarkan analisis spasial menggunakan data SIPONGI Kementerian Kehutanan, terdapat 22.690 titik hotspot berada di dalam izin perusahaan.

Kepala Divisi Advokasi WALHI Sumsel, Galang Suganda memaparkan rinciannya terdiri dari 10.411 hotspot berada pada izin PBPH/HTI yang tersebar di 18 konsesi perusahaan.

Baca Juga: Batu Bara Masih Jadi Andalan Ekspor Sumsel, tapi Kinerjanya Turun 16,33 Persen

Selain itu ada 12.279 hotspot pada izin perkebunan yang tersebar di 63 konsesi perusahaan.

WALHI juga mencatat Provinsi Sumsel memiliki luas daratan sekitar 8,6 juta hektare, dengan sekitar 1,4 juta hektare dikuasai HTI, 1,2 juta hektare perkebunan sawit, dan lebih dari 700 ribu hektare untuk pertambangan.

Penguasaan ruang skala besar tersebut dinilai melahirkan ketimpangan dan bencana ekologis. Berikut daftar lengkap perusahaan pemilik hotspot versi WALHI Sumsel:

Baca Juga: Motor Karyawan Hilang di PS Mall Palembang, Mantan Pacar Diduga Bawa Kabur

HOTSPOT DALAM IZIN PBPH/HTI - 10.411 Hotspot di 18 Perusahaan

  • PT Bumi Mekar Hijau : 5.960 Hotspot

  • PT Sumatera Alam Anugerah : 795 Hotspot

  • PT Paramitra Mulia Langgeng : 781 Hotspot

  • PT Sentosa Bahagia Bersama : 711 Hotspot

  • PT SBA Wood Industries : 635 Hotspot

Baca Juga: 22 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsesi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel

  • PT Musi Hutan Persada : 457 Hotspot

  • PT Tiesico Cahaya Pertiwi : 415 Hotspot

  • PT Cipta Mas Bumi Subur : 303 Hotspot

  • PT Restorasi Ekosistem Indonesia :155 Hotspot

  • PT Bumi Persada Permai (SK 337) : 87 Hotspot

  • PT Lantabura Mentari Sejahtera 30 Hotspot

Baca Juga: 43 Perusahaan di Sumsel Diminta Ikut Basahi Gambut untuk Cegah Karhutla

  • PT Bumi Andalas Permai : 24 Hotspot

  • PT Bumi Persada Permai (SK 79) : 16 Hotspot

  • PT Warna Agung Sejahtera :10 Hotspot

  • PT Tri Pupajaya :10 Hotspot

  • PT Rimba Hutani Mas : 8 Hotspot

  • PT Wahana Agro Mulia : 7 Hotspot

Baca Juga: Pamit Menjala Ikan, Rohim Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus Sungai Musi

  • PT Buana Sriwijaya Sejahtera : 7 Hotspot.

Selain daftar di atas, masih ada 63 perusahaan lain yang menjadi penyumbang 12.279 hotspot karhutla di Palembang.

Berdasarkan analisis WALHI Sumsel terhadap Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sumsel, ada 16.685 hotspot.

Sebanyak 11.845 hotspot atau 70,99 persen berada pada kategori Kubah Gambut, sedangkan 4.840 hotspot atau 29,01 persen berada pada kategori Non-Kubah Gambut.

Baca Juga: Pasutri di Palembang Divonis 10 Tahun Usai Terlibat Kasus Sabu 95 Gram

WALHI pun mendesak pemerintah harus segera membentuk Posko Bebas Asap di wilayah terdampak, terutama untuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan lainnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.