Sumsel

Raja Juli Soroti 402 Hektare Lahan Belum Padam, Minta Strategi Lawan Karhutla Diubah

Kurnia | 18 September 2026, 17:45 WIB
Raja Juli Soroti 402 Hektare Lahan Belum Padam, Minta Strategi Lawan Karhutla Diubah
Raja Juli Soroti 402 Hektare Lahan Belum Padam, Minta Strategi Lawan Karhutla Diubah

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) dilakukan dengan strategi yang lebih terarah.

Hal itu disampaikannya saat meninjau Posko Satgas Karhutla di Kantor Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (18/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, terungkap estimasi lahan yang terbakar dalam satu hari mencapai 639 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 210 hektare telah ditangani melalui operasi darat dan 26 hektare menggunakan water bombing.

Artinya, masih terdapat sekitar 402 hektare lahan yang belum tertangani.

Kondisi tersebut membuat Raja Juli meminta seluruh unsur yang terlibat mengubah pola penanganan. Menurutnya, personel dan peralatan harus dipusatkan pada wilayah yang memiliki tingkat ancaman kebakaran paling tinggi.

"Saat ini kita sedang perang," tegas Raja Juli.

Ia meminta pengerahan kekuatan tidak dilakukan secara merata tanpa melihat tingkat kerawanan setiap wilayah.

"Gunakan prinsip-prinsip perang yang kita pahami ini. Sedang perang kita ini. Oleh karena itu segera berubah," katanya.

Baca Juga: Di Hadapan Menko Polkam, Ratu Dewa Ungkap 406 Kejadian Karhutla di Palembang

Raja Juli juga menekankan pentingnya mengejar laju pemadaman agar lebih besar dibandingkan munculnya area kebakaran baru.

Menurut dia, ukuran keberhasilan penanganan bukan hanya seberapa luas lahan yang berhasil dipadamkan, tetapi juga kemampuan menekan pertambahan luasan kebakaran.

Dari estimasi 639 hektare lahan yang terbakar dalam sehari, operasi darat baru menangani sekitar 210 hektare. Sementara operasi udara melalui water bombing menangani sekitar 26 hektare.

Dengan demikian, sekitar 402 hektare masih menjadi pekerjaan yang harus segera ditangani.

Raja Juli meminta para komandan dan pimpinan satuan tugas menghitung potensi munculnya titik api baru saat mengerahkan personel dan peralatan.

"Jangan gunakan cara-cara tradisional. Gunakan cara bagaimana kita bertempur melawan musuh," ujarnya.

Selain pemadaman, Raja Juli meminta proses penegakan hukum terhadap kasus karhutla turut dipercepat.

Ia meminta kasus-kasus yang telah ditangani dan pihak yang sudah diamankan kepolisian segera diproses sesuai ketentuan.

Hal tersebut juga berlaku untuk kebakaran yang terjadi berulang di lokasi yang sama.

Peninjauan Posko Satgas Karhutla Kertapati turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Gubernur Sumsel Herman Deru, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto serta jajaran Satgas Karhutla.

Sebelumnya, pemerintah juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan dan pemusatan sumber daya agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara efektif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia