ISPU Palembang Tembus 681,6, Kasus ISPA Naik Jadi 752 dalam Sehari

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang memburuk di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut turut diikuti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang pada Kamis (17/9/2026) tercatat menembus angka 681,6 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Pada hari yang sama, kasus harian ISPA di Palembang mencapai 752 kasus. Jumlah tersebut meningkat 46 kasus dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 706 kasus.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kondisi kualitas udara tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla.
"Dengan kondisi ini, masyarakat tentunya harus waspada dan melakukan penguatan perlindungan terhadap dampak asap karhutla," katanya.
Berdasarkan data Pemkot Palembang, kasus ISPA terbanyak tercatat di Kecamatan Sukarami dengan 91 kasus.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia 19-59 tahun dengan jumlah 320 kasus.
Baca Juga: Di Hadapan Menko Polkam, Ratu Dewa Ungkap 406 Kejadian Karhutla di Palembang
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang telah menyiapkan 61 posko kesehatan yang tersebar di 42 puskesmas.
Selain membuka posko, pemerintah juga mendistribusikan masker kepada masyarakat melalui puskesmas.
Hingga saat ini, jumlah masker yang telah disalurkan mencapai 55.400 buah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap dan partikel pencemar udara selama kondisi kualitas udara memburuk.
Memburuknya kualitas udara juga berdampak pada aktivitas pendidikan di Palembang.
Ratu Dewa mengatakan, Dinas Pendidikan Palembang telah menerapkan pembelajaran daring dengan mempertimbangkan kondisi ISPU.
Kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi kualitas udara sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan polusi terhadap siswa.
Pemerintah Kota Palembang juga terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 2BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 3Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 4Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka, Ini Jadwal Bintara dan Tamtama serta Cara Daftarnya
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Stabil Hari Ini, Termahal Rp13,7 Juta per Suku
- 6Daftar Hari Besar Nasional November 2026, Cek Tanggal Merah dan Hari Liburnya
- 7Ramalan Zodiak Sagitarius Hari Ini, Selasa 3 November 2026: Ada Peluang Baru, Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
- 8Kapolrestabes Palembang Dimutasi, Kombes Heru Agung Nugroho Ditunjuk sebagai Pengganti
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








