Hotspot Sumsel Tembus 3.000 Titik, OKI Jadi Daerah Paling Banyak

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin mengkhawatirkan. Dalam sehari, jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Sumsel menembus angka 3.000 titik.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Rabu (16/9/2026), jumlah hotspot yang terpantau masih sebanyak 2.545 titik.
Jika dihitung sejak awal September, jumlahnya jauh lebih besar. Sepanjang periode 1-17 September 2026, akumulasi hotspot di Sumsel telah mencapai 49.591 titik.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode yang sama sejak 2015.
Baca Juga: Asap Karhutla Sumsel Disebut Menyebar ke Wilayah Lain, Ini Kata BMKG
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak. Tercatat ada 1.034 titik panas di daerah tersebut.
Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin (Muba) dengan 684 titik dan Banyuasin sebanyak 379 titik.
Hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lain, yakni Muara Enim 299 titik, Musi Rawas Utara 149 titik, OKU Timur 143 titik, Musi Rawas 109 titik, OKU 71 titik, serta OKU Selatan 70 titik.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan peningkatan hotspot menjadi perhatian serius, terutama karena Sumsel tengah menghadapi periode kemarau.
Kondisi tersebut semakin perlu diwaspadai di wilayah yang memiliki hamparan lahan gambut. Ketika gambut mengering, api berpotensi lebih mudah menyebar dan proses pemadaman menjadi lebih sulit.
“Keberadaan hotspot di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki kawasan gambut, menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi terjadinya karhutla,” ujar Sudirman.
Baca Juga: Tanggapi Asap Karhutla Sumsel Menyebar, Herman Deru: Bagaimana Menuduhnya?
Peningkatan hotspot juga dibarengi dengan ditemukannya puluhan kejadian karhutla di berbagai wilayah Sumsel.
Dari hasil patroli pada Rabu (16/9), tercatat 63 kejadian karhutla.
OKI kembali menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak. Sebanyak 14 kejadian tercatat di wilayah tersebut.
BPBD Sumsel bersama tim penanggulangan karhutla kini memperkuat patroli dan upaya pencegahan, terutama di daerah yang memiliki jumlah hotspot tinggi serta kawasan gambut.
Sudirman mengatakan keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti seluruh titik merupakan kebakaran. Namun, peningkatan jumlah titik panas tetap menjadi indikator yang harus diwaspadai dan segera ditindaklanjuti di lapangan.
Pemerintah daerah dan tim gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan titik-titik yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 2BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 3Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 4Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 7Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 8Sebagian Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok, Cek Wilayah Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







