ISPA di Sumsel Tembus 2.088 Kasus Sehari, Palembang Capai 559 Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih tercatat tinggi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kota Palembang, jumlah kasus ISPA bahkan mencapai lebih dari 500 kasus dalam sehari pada pertengahan September 2026.
Berdasarkan data sebaran kasus ISPA yang bersumber dari dashboard DHIS2 Kementerian Kesehatan, tercatat 559 kasus ISPA di Palembang pada 14 September 2026.
Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 457 kasus pada 15 September dan kembali menjadi 404 kasus pada 16 September.
Jika digabungkan di seluruh wilayah Sumsel, kasus ISPA tercatat sebanyak 2.088 kasus pada 14 September.
Angka tersebut turun menjadi 1.798 kasus pada 15 September dan kembali turun menjadi 1.261 kasus pada 16 September.
Meski mengalami penurunan dalam tiga hari tersebut, kasus ISPA masih menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kondisi udara yang terdampak kabut asap karhutla.
Baca Juga: Sebulan Lebih Buron, Pelaku Curanmor di RSUD Bari Palembang Ditangkap Polisi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel Ira Primadesa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk.
Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
“Ketika kondisi udara memburuk, masyarakat harus lebih menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap. Kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih,” kata Ira, Kamis (17/9/2026).
Ira mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak baik. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar udara.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak, atau kesulitan bernapas.
Jika keluhan semakin berat, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Selain mengurangi paparan asap, Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi buah dan sayuran, serta mencuci tangan sebelum makan.
“Kalau mengalami kesulitan bernapas atau kondisi kesehatan semakin memburuk, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Ira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 2BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 3Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 4Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 7Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 87 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








