Sumsel

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, 7 Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing

Kurnia | 16 September 2026, 10:00 WIB
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, 7 Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing
Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan mengerahkan ribuan personel gabungan dan armada udara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 12.285 personel gabungan kini terlibat dalam penanganan karhutla. Selain itu, tujuh helikopter disiagakan untuk mendukung patroli udara dan pemadaman melalui metode water bombing.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat evaluasi penanganan karhutla yang dipimpin Kepala BNPB Suharyanto di Posko Utama Satgas Karhutla, Kantor BPBD Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026).

Suharyanto mengatakan kehadirannya di Sumsel merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat evaluasi sekaligus penanganan kebakaran di lapangan.

"Tadi kami baru mendarat dari Kaltim langsung bertolak ke Sumsel, ini merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah hadir langsung untuk melakukan evaluasi demi percepatan penanganan karhutla di sini," kata Suharyanto.

Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, PJJ Siswa TK hingga SMP di Palembang Berlanjut

Berdasarkan data koordinasi penanganan karhutla hingga 15 September 2026, terdapat 1.737 titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Sumsel.

Dari jumlah tersebut, terdapat 20 titik api dengan perkiraan luas area terdampak mencapai 404,22 hektare.

Tim gabungan telah menangani sekitar 319,97 hektare. Sebanyak 289,97 hektare ditangani melalui operasi darat, sedangkan sekitar 30 hektare dipadamkan dengan bantuan operasi udara water bombing.

Sementara itu, sekitar 84,25 hektare masih dalam proses penanganan.

Sejumlah wilayah menjadi perhatian utama pemerintah, khususnya kawasan yang memiliki lahan gambut dan tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Daerah tersebut antara lain Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, serta Palembang.

Dukungan operasi udara dilakukan dengan mengerahkan tujuh helikopter. Armada tersebut digunakan untuk melakukan pemantauan sekaligus menjatuhkan air ke area yang terbakar.

Operasi water bombing diprioritaskan pada lokasi dengan kobaran api cukup besar, kawasan gambut dalam, dan wilayah yang memiliki risiko penyebaran api secara cepat.

Dari sekitar 88 hektare area yang menjadi sasaran operasi udara, sekitar 30 hektare telah berhasil ditangani.

Namun, upaya penanganan masih menghadapi kendala kondisi atmosfer. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan karena awan yang memenuhi syarat untuk proses tersebut belum terbentuk.

Kabut asap di sekitar lokasi kebakaran juga berdampak pada jarak pandang dan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan operasi.

Baca Juga: Sumsel Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla, Ratusan Peralatan Mulai Didistribusikan

BNPB juga menyiapkan tambahan kekuatan untuk operasi pemadaman dari darat. Sebanyak 50 tim Masyarakat Peduli Api (MPA) direncanakan dibentuk, dengan masing-masing tim beranggotakan 15 orang.

Jika seluruh tim terbentuk, terdapat tambahan 750 personel untuk memperkuat Satgas Darat.

Para anggota tim nantinya mendapat dukungan peralatan pemadaman, mulai dari pompa air, selang, nozzle, sepatu pelindung, hingga pompa punggung.

Suharyanto mengatakan perlengkapan tersebut menjadi kebutuhan dasar bagi setiap regu dalam menjalankan tugas pemadaman di lapangan.

"Ini perlengkapan minimal bagi satgas darat, yaitu nozzle pemadam, sepatu boot, jet shooter backpack, selang hantar dan pompa air. Satu regu 15 orang, dibentuk regu-regu itu, nanti akan kita dukung perlengkapan ini," ujarnya.

39 Orang Jadi Tersangka

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga memperkuat aspek pencegahan dan penegakan hukum. Patroli terpadu serta sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan terus dilakukan.

Pengawasan terhadap perusahaan maupun pihak yang mengelola lahan turut ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa proses hukum terhadap dugaan tindak pidana karhutla masih berjalan.

Menurut dia, kepolisian telah menerima 47 laporan terkait karhutla. Dari penanganan tersebut, sebanyak 39 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, penyelidikan terhadap 16 perusahaan juga masih berlangsung.

"Di Sumsel sudah menerima 47 laporan terkait karhutla, saat ini sudah ditetapkan 39 tersangka. Adapun 16 perusahaan sedang dilakukan penyelidikan terkait karhutla, hingga kini proses hukum masih terus berjalan," kata Sandi.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh unsur yang terlibat mempercepat respons ketika muncul titik api.

Deteksi dini dinilai penting agar kebakaran dapat segera dipadamkan sebelum meluas. Operasi udara juga akan dioptimalkan, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh tim pemadam melalui jalur darat.

Pemerintah kembali mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api. Langkah cepat tersebut diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia