Cari Kepiting di Sungai, Bocah 10 Tahun di OKU Timur Terseret Arus hingga Tewas

AKURAT.CO SUMSEL Niat mencari kepiting rajungan bersama teman-temannya berujung petaka bagi Sulaiman (10), warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Bocah tersebut dilaporkan tenggelam di sungai saat sedang mencari kepiting bersama delapan orang temannya. Setelah dilakukan pencarian, Sulaiman akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (14/9/2026) pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 08.15 WIB.
"Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter," kata Raymond.
Peristiwa nahas itu bermula ketika Sulaiman bersama teman-temannya mandi sekaligus mencari kepiting rajungan di sungai.
Saat mencari kepiting, korban bersama kakaknya tanpa disadari berada di bagian tengah sungai. Keduanya kemudian terbawa arus hingga akhirnya tenggelam.
Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: BLT Dana Desa 2026 Cair Bertahap, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan mengapung sekitar 100 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Jenazah Sulaiman kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
"Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing," ujar Raymond.
Basarnas Palembang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Raymond sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus cukup kuat.
Menurutnya, pengawasan orang tua juga sangat penting ketika anak-anak bermain atau berenang di sungai.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. Arus sungai yang deras dapat membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 85 Drakor Rating Tertinggi Oktober 2026, Doctor X Tembus 18,5 Persen
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








