Sumsel

5.572 Dosis Vaksin PMK Belum Disuntikkan, Sumsel Kejar Target Rampung September

Kurnia | 9 September 2026, 19:00 WIB
5.572 Dosis Vaksin PMK Belum Disuntikkan, Sumsel Kejar Target Rampung September
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengejar penyelesaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Dari 21.000 dosis vaksin tahap kedua yang telah didistribusikan ke 17 kabupaten/kota, sebanyak 5.572 dosis masih belum terealisasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan, hingga Rabu (9/9/2026), vaksinasi tahap kedua baru mencapai 67,46 persen.

“Sudah total kita melaksanakan vaksinasi mencapai 67,46 persen atau 15.428 dosis yang sudah divaksinkan,” kata Ruzuan, Rabu (9/9/2026).

Artinya, masih ada 26,54 persen atau 5.572 dosis yang harus segera diberikan kepada hewan ternak sasaran.

DKPP Sumsel menargetkan seluruh vaksinasi tahap kedua tersebut dapat diselesaikan sebelum September 2026 berakhir. Petugas di daerah pun diminta mempercepat pelaksanaan agar vaksin yang sudah didistribusikan tidak terlalu lama tersimpan.

“Kalau bisa September ini semuanya selesai. Ada beberapa kabupaten, ada empat kabupaten yang sudah 100 persen,” ujarnya.

Baca Juga: HGU Terbakar Berulang, Herman Deru Minta Pemda Beri Sanksi hingga Opsi Cabut Hak

Percepatan vaksinasi menjadi perhatian karena capaian di masing-masing daerah masih cukup beragam.

Berdasarkan data DKPP Sumsel per 9 September 2026 pukul 15.04 WIB, lima daerah telah menuntaskan target vaksinasi tahap kedua, yakni Musi Rawas, OKU, Pagar Alam, PALI dan Muara Enim.

Sementara itu, beberapa daerah lainnya mencatat capaian cukup tinggi. Empat Lawang telah mencapai 83 persen, sedangkan Palembang dan Lubuklinggau masing-masing berada di angka 80 persen.

OKI mencapai 76,52 persen, Prabumulih 60 persen dan OKU Timur 56,7 persen.

Di sisi lain, masih terdapat daerah dengan capaian yang relatif rendah. Ogan Ilir baru mencapai 45,35 persen, sedangkan Musi Banyuasin 23,33 persen dan Banyuasin menjadi yang terendah dengan capaian 20 persen.

Ruzuan mengatakan perbedaan capaian tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mendorong petugas di lapangan untuk mempercepat vaksinasi.

“Upaya percepatannya, kita mendorong petugas kita di lapangan agar segera diselesaikan. Lebih cepat, lebih bagus,” katanya.

Baca Juga: Kaget Dana Santunan Rp42 Juta Raib dari Rekening, Kakek 76 Tahun Laporkan Menantu ke Polisi

Di tengah percepatan tersebut, DKPP Sumsel menyebut belum menerima laporan adanya peternak yang secara terbuka menolak vaksinasi PMK.

Ruzuan menilai program vaksinasi gratis turut membantu penerimaan di tingkat peternak.

“Tidak ada. Sampai sekarang belum ada terlapor ada peternak yang menolak untuk divaksin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, vaksinasi dilakukan sebagai langkah pencegahan, bukan hanya ketika hewan sudah menunjukkan gejala PMK.

Hewan yang terlihat sehat tetap perlu mendapatkan vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan dan membantu memutus rantai penyebaran virus.

“Ini adalah bagaimana kita mencegah. Kadang-kadang kondisi peliharaan kita atau imun kita rendah, makanya perlu divaksin,” jelasnya.

Menurut Ruzuan, hewan tanpa gejala bukan berarti sepenuhnya terbebas dari risiko menjadi bagian dari rantai penyebaran virus.

“Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia masih mungkin menjadi salah satu faktor,” katanya.

Dengan sisa 5.572 dosis yang belum terealisasi, DKPP Sumsel kini mendorong seluruh daerah mengejar target vaksinasi agar seluruh dosis tahap kedua dapat diberikan kepada hewan ternak sasaran sebelum September berakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia