Sumsel Jadi Kunci Arus Mudik Sumatera, 1.500 Km Jalan Dikebut Tuntas H-10 Lebaran

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 4 juta orang diprediksi akan melintasi Sumatera Selatan saat mudik lebaran.
Maka dari itu, Pemprov Sumsel bergerak cepat agar infrastruktur yang ada dapat dilalui H-10 lebaran.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyebutkan bahwa percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer menjadi prioritas utama. Seluruh ruas berlubang ditargetkan tuntas maksimal H-10 Lebaran.
“H-10 nanti lubang pada jalanan akan tertutup semua, itu jaminan dari Kementerian PU. Jalan yang sempat viral seperti penghubung Muba-Mura, seluruh lubangnya akan tertutup," ujar Herman Deru, Kamis (26/2/2026).
Posisi geografis Sumsel menjadikannya jalur vital yang menghubungkan arus kendaraan dari Lampung menuju Aceh. Tak hanya kendaraan pribadi, distribusi logistik hingga angkutan barang juga melintas di jalur yang sama.
Baca Juga: Berkah Ramadan 2026, PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen
Beberapa titik prioritas perbaikan selain ruas Musi Banyuasin–Musi Rawas (Muba-Mura) meliputi Banyuasin, Muba, Palembang–Prabumulih, hingga Prabumulih–Lahat.
Ruas Palembang–Betung yang menjadi penghubung menuju Jambi juga menjadi perhatian khusus. Dari sekitar 60 kilometer jalur padat tersebut, 22 kilometer di antaranya mengalami kemacetan akibat bottleneck.
Optimalisasi Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan tersebut.
3,87 Juta Pemudik, Skema Besar Disiapkan
Berdasarkan proyeksi, sekitar 3,87 juta orang akan bergerak di wilayah Sumsel selama periode mudik dan balik Lebaran. Angka ini menjadikan Sumsel sebagai salah satu titik krusial pergerakan masyarakat di Sumatera.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menilai kesiapan Sumsel menghadapi angkutan Lebaran sudah berada di jalur yang baik. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor demi kelancaran arus mudik.
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan pendukung seperti diskon tarif tol pada periode tertentu guna mengurai kepadatan dan memberikan kenyamanan bagi pemudik.
Tidak hanya jalan nasional, tetapi juga industri perkeretaapian. Meningkatnya frekuensi transportasi batu bara dapat meningkatkan volume lalu lintas di jalan raya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, disepakati pembangunan empat flyover di Muara Enim. Pemprov Sumsel juga meminta penegasan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum selama periode krusial arus mudik.
Tidak hanya jalan nasional, tetapi juga industri perkeretaapian. Meningkatnya frekuensi transportasi batu bara dapat meningkatkan volume lalu lintas di jalan raya.
Sebuah kesepakatan telah dicapai untuk membangun empat flyover di Muara Enim untuk mengurangi kemacetan. Pemprov Sumsel juga meminta izin untuk melarang kendaraan batu bara melintasi jalan umum selama periode arus mudik penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Curi HP Marbot Masjid di Palembang, Remaja 14 Tahun Diserahkan Korban ke Polisi
- 6Pemprov Sumsel Atur Jam Operasional 10 SPBU di Palembang, Ini Jadwalnya
- 7BSU Oktober 2026 Belum Resmi Diumumkan, Ini Cara Cek Informasinya
- 8Akan Ada Gerhana Matahari Terlama pada 2027, Catat Tanggal dan Jalur Lintasannya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









