Karantina Sumsel Perketat Pengawasan Hewan Masuk untuk Hindari Cacar Monyet

AKURAT.CO SUMSEL Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan meningkatkan upaya pengawasan dan pencegahan untuk mencegah masuknya virus cacar monyet atau Mpox ke wilayah Sumsel.
Kepala BKHIT Sumsel, Kostan Manalu menjelaskan bahwa meskipun belum ada temuan terkait Mpox di hewan, pihaknya tetap aktif melakukan antisipasi.
"Kami melibatkan intelijen, Polsus, dan PPNS untuk mengawasi pergerakan hewan yang masuk dan keluar dari Sumsel guna mencegah penyebaran Mpox," ujarnya, Selasa (3/9/2024).
Kostan menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan mencakup pemeriksaan yang lebih ketat pada pintu masuk dan keluar Sumsel, termasuk di Pelabuhan Tanjung Api-Api dan jalur penyeberangan lainnya.
"Kami memastikan bahwa tidak ada hewan yang membawa virus masuk ke wilayah kami," katanya.
Baca Juga: Viral Wanita di Bandung Marah dan Tuduh Polisi Minta Uang, Gara-Gara Ditegur Tak Pakai Helm
Selain pengawasan terhadap hewan, BKHIT juga memperketat pemeriksaan terhadap ikan dan tumbuhan yang masuk ke Sumsel. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen administrasi hingga kesehatan.
"Jika ada temuan yang tidak sesuai prosedur, kami akan menolaknya dan melakukan pemusnahan dalam waktu 3x24 jam," tegas Kostan.
Kepala Biro Hukum dan Humas Barantin, Hudiansyah Is Nursal menambahkan bahwa proses pengiriman hewan dan tumbuhan ke Indonesia dilakukan dengan standar yang sangat ketat.
"Pengawasan dimulai dari negara asal dan berlanjut hingga barang tiba di Indonesia untuk memastikan bahwa semuanya bebas dari virus atau penyakit," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









