Meski Paslon Tunggal, Debat Pilkada di Sumsel Tetap Hadirkan Pertarungan Gagasan

AKURAT.CO SUMSEL Dalam gelaran Pilkada 2024 di Sumatera Selatan (Sumsel), dua daerah, Empat Lawang dan Ogan Ilir, menghadapi situasi unik, yaitu hanya ada satu pasangan calon (paslon) yang berpartisipasi.
Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menegaskan bahwa debat publik untuk Pilkada di dua wilayah tersebut akan tetap dilaksanakan.
Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya mengatakan bahwa debat publik tetap penting meskipun hanya diikuti oleh paslon tunggal.
"Debat publik tetap akan berlangsung meski hanya diikuti oleh satu pasangan calon kepala daerah. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan visi dan misi secara lebih rinci," ujarnya, Sabtu (5/10/2024).
Dalam debat publik ini, para panelis yang diundang oleh KPU Sumsel akan berasal dari kalangan akademisi dan profesional, bukan dari partai politik atau tim sukses pasangan calon.
Tugas panelis adalah menggali lebih dalam visi dan misi yang diusung oleh paslon untuk membangun daerah mereka, terutama terkait isu-isu yang saat ini menjadi perhatian publik.
"Panelis akan mengajukan pertanyaan kritis guna menggali visi dan misi paslon, serta memahami strategi mereka dalam menghadapi berbagai masalah daerah," jelas Andika.
Kondisi paslon tunggal terjadi di dua kabupaten di Sumatera Selatan, yaitu Empat Lawang dan Ogan Ilir.
Di Kabupaten Ogan Ilir, pasangan Panca Wijaya Akbar-Ardani menjadi satu-satunya kandidat yang berlaga, sementara di Empat Lawang, Joncik Muhammad-Arifai menjadi calon tunggal.
Baca Juga: Ratu Dewa Resmikan Posko Pro RDPS di SU 1, Sosialisasikan Program Kesejahteraan Warga
Walaupun hanya satu pasangan calon, KPU Sumsel menekankan bahwa debat publik tetap harus dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban politik kepada masyarakat.
Ini juga diharapkan dapat memberi wawasan lebih mendalam kepada para pemilih mengenai arah pembangunan yang akan dilakukan oleh paslon tunggal tersebut.
Andika menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam debat publik akan seputar peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah, dan peningkatan pelayanan publik.
Selain itu, isu-isu penting lainnya termasuk upaya penyelesaian persoalan daerah, sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga akan menjadi topik diskusi.
"Visi dan misi mengenai kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah menjadi fokus utama dalam debat ini. Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar mengerti apa yang akan dilakukan oleh paslon setelah mereka terpilih," lanjutnya.
Meskipun format dan materi debat sudah dipersiapkan, Andika menyebutkan bahwa KPU Sumsel masih menunggu konfirmasi dari KPU kabupaten terkait jadwal dan lokasi pelaksanaan debat di dua wilayah tersebut.
"Jadwalnya masih belum dikonfirmasi, namun debat akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama akan diikuti oleh calon bupati, sesi kedua oleh calon wakil bupati, dan terakhir keduanya akan tampil bersama," ungkapnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









