Karhutla di Sumsel Sisakan Hampir Tuntas, Hanya Satu Daerah yang Masih Terbakar

AKURAT.CO SUMSEL Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi fokus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing guna memadamkan api yang masih berkobar.
Plh. Kalaksa BPBD Sumsel, Aksoni melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa sebanyak 65 kali water bombing telah dilakukan pada hari Selasa (12/11/2024), dengan total 260 ribu liter air ditumpahkan ke lahan yang terbakar. Meskipun upaya tersebut sudah berlangsung, beberapa titik api masih terlihat menyala dan wilayah tersebut belum sepenuhnya padam.
"Pemadaman lanjutan akan terus dilakukan. Hingga akhir pemadaman kemarin, kondisinya masih berasap," jelas Sudirman.
Pemadaman karhutla di Sumsel kini mengandalkan helikopter water bombing karena metode ini dianggap lebih efektif menjangkau daerah yang sulit dijangkau dengan alat pemadam biasa.
Beruntung, musim hujan sudah mulai melanda sebagian wilayah Sumsel, yang membantu meminimalisir penyebaran api ke area lain.
Baca Juga: Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Motor Kurir di Palembang, Satu di Antaranya Perempuan
"Saat ini, lahan-lahan sudah mulai basah sehingga api sulit untuk meluas," tambah Sudirman.
Namun, jumlah helikopter water bombing yang tersedia kini terbatas. Tersisa lima unit yang masih dalam kondisi siaga di Palembang setelah satu unit habis masa jam terbangnya pada 10 November 2024.
"Sebanyak 7 helikopter water bombing lainnya telah habis jam terbangnya setelah mencapai 300 jam terbang dengan masa kontrak per 100 jam. Sementara satu unit lagi dipindahkan ke Jambi," katanya.
Begitu pula dengan helikopter untuk patroli udara, dua dari empat unit yang tersedia sudah kembali setelah mencapai batas operasional 300 jam terbang. Sudirman mengatakan BNPB akan menambah satu unit helikopter lagi jika diperlukan.
Secara keseluruhan, Sumsel telah menerima bantuan 17 helikopter dari BNPB, dengan 13 unit untuk water bombing dan 4 unit untuk patroli udara. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









