Sumsel

Menelusuri Jejak Sejarah, Ini 5 Masjid Tua di Palembang yang Sarat Nilai Budaya dan Islam

Maman Suparman | 11 Juli 2025, 11:06 WIB
Menelusuri Jejak Sejarah, Ini 5 Masjid Tua di Palembang yang Sarat Nilai Budaya dan Islam

AKURAT.CO SUMSEL Kota Palembang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam tertua di Nusantara.

Di balik megahnya perkembangan kota, terdapat sejumlah masjid tua yang menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Sumatera Selatan.

Masjid-masjid ini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, budaya, dan perjuangan.

Berikut 5 masjid tua di Palembang yang masih berdiri kokoh hingga kini:

1. Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo (Masjid Agung Palembang)

Didirikan pada abad ke-18, masjid ini merupakan ikon keislaman dan kebanggaan masyarakat Palembang.

Arsitekturnya mencerminkan perpaduan budaya Palembang, Tiongkok, dan Eropa.

Masjid Agung menjadi pusat dakwah dan kegiatan keagamaan terbesar di Sumsel hingga saat ini.

2. Masjid Ki Muara Ogan

Masjid ini terletak di kawasan 1 Ulu Palembang dan diyakini berdiri sejak abad ke-17. Keunikannya terletak pada struktur bangunan yang menggunakan kayu ulin dan tidak menggunakan paku.

Ki Muara Ogan, seorang ulama besar sekaligus pejuang, dikenal sebagai pendiri masjid ini.

3. Masjid Lawang Kidul

Berlokasi di kawasan pasar 16 Ilir, Masjid Lawang Kidul menjadi salah satu masjid tertua di pusat kota Palembang.

Dibangun pada awal abad ke-19, masjid ini pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan saat agresi militer Belanda.

4. Masjid Al-Mahmudiyah (Masjid Lama 3–4 Ulu)

Terletak di kawasan padat penduduk 3–4 Ulu, masjid ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Meski tidak semegah masjid lainnya, Al-Mahmudiyah tetap aktif sebagai pusat ibadah dan menggelar pengajian rutin.

5. Masjid Sungai Lumpur

Masjid ini berada di Kelurahan Sungai Lumpur, kawasan Seberang Ulu I Palembang.

Diperkirakan dibangun pada abad ke-18, masjid ini masih mempertahankan struktur kayu aslinya dan nuansa arsitektur Melayu-Palembang klasik.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia