Sumsel

Waspada DBD di Balik Sisa Banjir, Dinkes Sumsel Minta Warga OKU Timur dan OKI Siaga

Maman Suparman | 13 Januari 2026, 16:00 WIB
Waspada DBD di Balik Sisa Banjir, Dinkes Sumsel Minta Warga OKU Timur dan OKI Siaga

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Selatan mengeluarkan peringatan serius terkait potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2026.

Tingginya curah hujan serta banyaknya genangan air pasca-banjir di sejumlah wilayah, khususnya OKU Timur dan OKI, disinyalir menjadi titik kritis perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menciptakan lingkungan ideal bagi jentik nyamuk untuk berkembang biak secara masif di tempat penampungan air alami yang tidak terkontrol.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menyoroti wilayah-wilayah yang baru saja terdampak luapan air sebagai zona merah yang perlu mendapatkan perhatian ekstra.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak Terkait Kasus Suap PT Wanatiara Persada

"Kami meminta masyarakat untuk lebih giat melakukan gerakan 3M Plus. Wilayah yang baru terdampak banjir memiliki risiko lebih tinggi karena banyak sisa genangan yang luput dari pengawasan," ujar dr. Trisnawarman, Selasa (13/1/2026).

Pihak Dinkes menegaskan bahwa meski pengasapan (fogging) tetap dilakukan, langkah tersebut hanyalah solusi jangka pendek.

"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tindakan paling efektif tetaplah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh jajaran Puskesmas di 17 kabupaten/kota di Sumsel kini telah diinstruksikan untuk bersiaga penuh. Petugas medis diminta mempercepat proses deteksi dini, terutama bagi warga yang mengeluhkan gejala demam tinggi yang tidak kunjung turun.

 

Keterlambatan penanganan dikhawatirkan dapat memicu Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berakibat fatal.

"Jangan menunggu kondisi parah atau trombosit turun drastis. Segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia