UIN Raden Fatah Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

AKURAT.CO SUMSEL Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memperkuat komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan fisik maupun seksual.
Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), pihak kampus menggandeng dosen dan mahasiswa untuk membangun jejaring pencegahan serta menyediakan ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Ketua PSGA UIN Raden Fatah, Henny Yusalia, mengatakan semakin banyak mahasiswa yang kini berani melaporkan kasus perundungan dan pelecehan yang mereka alami. Menurutnya, hal ini menjadi tanda perubahan positif dalam budaya kampus.
“Cukup banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sudah berani melapor. Kesadaran ini menunjukkan bahwa kampus semakin responsif terhadap isu kekerasan,” ujar Henny, Sabtu (25/10/2025).
UIN Raden Fatah saat ini menjalankan program perlindungan dan pencegahan kekerasan yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.
“Tim advokasi berasal dari berbagai bidang keahlian dan bekerja memastikan setiap laporan ditangani secara profesional,” jelasnya.
Baca Juga: BNPB Tambah Helikopter Water Bombing untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel
Selain itu, PSGA juga tengah menyiapkan pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual yang akan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari sistem pengawasan internal kampus. Henny menegaskan, setiap laporan akan ditangani secara hati-hati melalui proses pemeriksaan resmi tanpa mengabaikan kerahasiaan korban.
“Kami fokus pada korban, namun pendampingan tetap diberikan kepada semua pihak yang terlibat. Identitas korban kami jaga sepenuhnya,” tegasnya.
Sejauh ini, laporan yang paling banyak diterima berkaitan dengan kekerasan berbasis digital, seperti pelecehan melalui pesan singkat dan media sosial. Meski demikian, belum ada kasus yang masuk kategori berat.
“Kasus yang melibatkan media digital cukup sering terjadi, tapi bisa diselesaikan secara internal tanpa eskalasi hukum,” katanya.
Henny menyebut, seluruh laporan dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan—ringan, menengah, dan berat. Setiap kasus yang melibatkan fakultas akan dikoordinasikan dengan dekanat dan hasilnya dilaporkan ke rektorat.
PSGA juga rutin melakukan sosialisasi dan edukasi, meski menghadapi keterbatasan anggaran. Selain di lingkungan kampus, lembaga ini turut aktif menjalankan program desa binaan di Muara Enim untuk menekan angka pernikahan dini.
“Selain kegiatan di kampus, kami juga turun ke masyarakat agar kesadaran terhadap isu gender dan kekerasan meningkat,” tutur Henny.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menegaskan pentingnya sosialisasi sebagai langkah pencegahan. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak takut melapor bila mengalami kekerasan atau pelecehan.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Mahasiswa tidak perlu takut bersuara. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan demi menjaga kampus tetap aman dan sehat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 3BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 4Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 6Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 7Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 8Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka, Ini Jadwal Bintara dan Tamtama serta Cara Daftarnya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









