Sumsel

BNPB Tambah Helikopter Water Bombing untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel

Maman Suparman | 25 Oktober 2025, 15:08 WIB
BNPB Tambah Helikopter Water Bombing untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus ditingkatkan.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat armada penanganan karhutla di provinsi tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan helikopter tambahan itu tiba di Palembang pada Kamis (23/10/2025) dan langsung menjalani proses pemeriksaan administrasi serta uji kelayakan terbang.

“Sumsel mendapatkan tambahan satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan karhutla. Dengan ini, total ada enam helikopter water bombing yang siaga di Sumsel,” ujar Sudirman, Jumat (24/10/2025).

Selain itu, dua helikopter patroli udara juga tetap disiagakan. Dengan demikian, total armada udara yang beroperasi di Sumsel saat ini mencapai delapan unit. Penambahan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesiapsiagaan hingga musim hujan benar-benar stabil.

Menurut Sudirman, BNPB menilai potensi karhutla di Sumsel masih ada, terutama di wilayah dengan lahan gambut yang belum sepenuhnya basah akibat curah hujan yang belum merata. Karena itu, operasi udara akan dilanjutkan hingga 5 November 2025.

Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Era Shin Tae-yong Usai, PSSI Fokus Bangun Sistem Kepelatihan Nasional

“Walaupun sudah mulai hujan, potensi karhutla tetap ada. Operasi helikopter dijadwalkan berakhir 5 November, sesuai perkiraan BMKG bahwa hujan akan merata pada bulan depan,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Sumsel per 22 Oktober 2025, tercatat 731 kejadian karhutla sepanjang tahun ini. Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah dengan kasus terbanyak yakni 189 kejadian, diikuti Musi Banyuasin (135), Ogan Komering Ilir (128), Banyuasin (93), Muara Enim (75), PALI (66), dan Musi Rawas (41). Seluruh wilayah tersebut kini dikategorikan sebagai zona merah karhutla.

Sudirman menegaskan, meski intensitas kebakaran mulai menurun, kesiapsiagaan harus tetap dijaga. Ia menilai, masa peralihan ke musim hujan justru menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kesiapan sumber daya dan peralatan.

“Musim hujan bukan berarti kita bebas dari ancaman karhutla. Justru ini waktu untuk memperkuat personel dan peralatan agar lebih siap menghadapi musim kering berikutnya,” pungkasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia