Sumsel

Hujan Guyur Palembang di Musim Kemarau, BMKG Sumsel: Masih Kemarau, Puncak Hujan Baru Oktober

Maman Suparman | 19 Agustus 2025, 15:30 WIB
Hujan Guyur Palembang di Musim Kemarau, BMKG Sumsel: Masih Kemarau, Puncak Hujan Baru Oktober

AKURAT.CO SUMSEL Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), beberapa hari terakhir dibuat heran dengan turunnya hujan ringan hingga sedang, padahal saat ini masih dalam periode musim kemarau.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel menegaskan, hujan yang turun pada Agustus ini belum menandai datangnya musim hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan fenomena hujan di musim kemarau ini dipicu oleh suhu muka laut yang menghangat. Kondisi tersebut memicu peningkatan penguapan dan pembentukan awan hujan.

“Saat ini Sumsel masih dalam periode musim kemarau. Hujan yang turun sifatnya lokal, dengan intensitas ringan hingga sedang, dan tidak berlangsung lama,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

BMKG memprediksi hujan di Palembang masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, terutama pada siang hingga malam hari. Namun secara akumulasi, curah hujan di Sumsel tetap termasuk kategori kemarau.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dempo Lebih Tinggi, Tim Penyelamat Buru Pendaki yang Masih di Puncak

Lebih lanjut, Wandayantolis menyebut puncak musim hujan di wilayah Sumsel baru akan terjadi sekitar Oktober mendatang. Saat itu, curah hujan diperkirakan meningkat secara merata di sejumlah daerah.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak kekeringan yang masih bisa terjadi, karena curah hujan sekarang belum cukup untuk menggeser musim kemarau,” jelasnya.

Selain itu, jika awan hujan kembali menghilang, masyarakat diperkirakan akan kembali merasakan panas terik dengan suhu udara cukup ekstrem.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang berubah-ubah. Saat panas menyengat, warga diminta memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan tetap mengantisipasi dampak kekeringan hingga datangnya musim hujan.

“Musim hujan diprakirakan mulai masuk pada Oktober. Sampai saat itu, kondisi cuaca bisa berubah cepat, dari hujan lokal ke panas ekstrem,” tegas Wandayantolis.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia